Perusahaan patungan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Electrum, membidik peluang bisnis hingga US$ 7 miliar per tahun atau sekitar Rp 114,75 triliun (asumsi kurs 16.393 per dolar AS) melalui ekosistem kendaraan listrik roda dua (E2W) di Indonesia.
Electrum adalah perusahaan patungan yang dibentuk GOTO dan TOBA dengan nama perusahaan PT Energi Kreasi Bersama. Electrum meluncur pada November 2021. Tujuan pembentukannya adalah memperluas akses ke mitra pengemudi serta membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia hingga infrastruktur penukaran baterai.
Managing Director Investor Relations TBS Energi Utama, Gita Sjahrir, mengatakan bahwa ekosistem kendaraan listrik (EV) menunjukkan perkembangan pesat sejak awal 2024. Ia mencatat, pertumbuhan sektor EV sejak awal tahun ini sudah mendekati 90%.
“Dan ini sekali lagi karena momentum adopsi electric vehicle untuk Mitra B2B kita,” kata Gita dalam Public Expose Live 2025 secara virtual, Jumat (12/9).
Gita menjelaskan saat ini Electrum telah mengoperasikan sekitar 5.400 unit motor listrik dan 320 titik stasiun penukaran baterai. Dengan jaringan tersebut, Electrum telah melayani jarak tempuh sekitar 170 juta kilometer dan mencatat rata-rata 18.500 transaksi penukaran baterai per hari.
Tak hanya itu, ia menyebut pertumbuhan ekosistem EV juga diperkuat melalui kolaborasi dengan dua perusahaan ride-hailing besar, GOTO dan Grab. Dari lebih dari 5,3 juta pengemudi motor yang terdaftar di kedua platform itu, sekitar 20 ribu di antaranya sudah beralih ke motor listrik, sebanyak 5.500 merupakan pengguna aktif Electrum.
Gita mengatakan jumlah ini mencakup 25% dari motor listrik on-the-road (OTR) di sektor ride-hailing. “Yang mana sekitar 25% dari motor EV aktif mereka tersebut adalah unit Electrum,” ujar Gita.
Adapun rencana TBS Energi Utama untuk meningkatkan penetrasi elektrum EV di Indonesia, Gita menyebut perusahaan memperkuat penetrasi di segmen B2B, khususnya untuk mitra pengemudi ride-hailing (gig drivers).
Menurutnya, penggunaan motor listrik mampu meningkatkan pendapatan mitra hingga 25% karena beban operasional berkurang. Dengan model ini, ekspansi Electrum dapat berjalan lebih efisien, disiplin, dan berkelanjutan secara finansial.
Dari sisi pendanaan, Gita menyebut pembiayaan EV telah mendapatkan dukungan dari lembaga keuangan internasional seperti Asian Development Bank (ADB), Bank DBS Indonesia, dan Australian Climate Finance Partnership (ACFP).
“Maka dari itu saat ini kami hanya akan memfokus untuk meningkatkan bukan hanya berapa kendaraan yang dijual, tetapi apalagi infrastrukturnya, which is the battery swapping station,” kata Gita.
Seiring dengan itu Head of Corporate Finance & Investor Relations TOBA, Mirza Rinaldi Hippy, menyampaikan kontribusi Electrum saat ini memang masih berada pada tahap awal. Meski begitu, prospek pertumbuhannya masih sangat positif, seiring dengan meningkatnya kebutuhan elektrifikasi armada transportasi di Indonesia. Sebagai proyeksi, Mirza menargetkan sepanjang periode 2019–2030 lini bisnis ini berpotensi menyumbang pendapatan sekitar US$ 200–300 juta.