Menteri LH Ungkap Potensi Perdagangan Karbon Indonesia Usai MRA dengan Verra
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan bahwa potensi volume perdagangan karbon Indonesia semakin besar setelah penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan lembaga standardisasi internasional Verra. Menurut Hanif kementerian telah mengidentifikasi sejumlah pengembang proyek di bawah skema Verra yang berpotensi menjadi mitra dalam implementasi multi-skema perdagangan karbon.
Beberapa proyek yang disiapkan adalah PT Nusantara Raya Solusi, PT Global Alam Nusantara, PT The Best One Unitimber, PT Gemilang Cipta Nusantara, PT Sinar Mutiara Nusantara, PT Rimba Makmur Raya (Unit I & II), PT Mohairson Pawan Khatulistiwa, PT Menggala Rambu Utama, dan PT Annisa Surya Kencana.
“Dari daftar tersebut, rata-rata potensi unit karbon tahunan mencapai 17,27 juta ton CO2 ekuivalen dengan target penerbitan hingga pertengahan 2026. Bahkan sebagian pengembang sudah menjalin perjanjian komersial dengan Shell,” ujar Hanif dalam peresmian MRA dengan Verra Jumat (3/10).
Selain itu, berdasarkan data Gold Standard, tercatat ada 29 proyek dengan 19 proyek telah memperoleh sertifikasi desain, yang secara kumulatif telah menerbitkan sekitar 4,6 juta ton kredit karbon CO2 ekuivalen.
Lebih jauh, Hanif menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan besar dalam perdagangan karbon hayati, khususnya dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Forestry and Other Land Uses/FOLU), dengan potensi hampir 50 juta ton CO2 ekuivalen.
“Setidaknya kita menargetkan 50 juta ton CO2 untuk dibawa dan dipresentasikan pada COP30 di Balem, Brasil. Nilainya akan bergantung pada bagaimana kita mampu memasarkan dan menjaga keyakinan pasar terhadap integritas karbon Indonesia,” katanya.
Selain potensi karbon terbaru, Indonesia juga memiliki sekitar 530 juta ton karbon vintage, yakni karbon yang dihitung dari tahun 2020 ke bawah hingga 2014. Dari jumlah itu, sebagian telah mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Norwegia, termasuk pembayaran kinerja senilai Rp4 triliun untuk 20 juta ton.
“Jadi kita di sana nanti benar-benar hanya akan membangun integritas karbon market dari Indonesia. Jadi itu tema kita untuk di sana,” ujarnya.