Mengintip Gerak Saham Konstituen Baru MSCI per November, BREN dan BRMS Bergairah

ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.
Ilustrasi.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
24/11/2025, 17.56 WIB

Morgan Stanley resmi memberlakukan kocok ulang atau rebalancing indeks saham global standard, small cap dan micro cap pada penutupan bursa hari ini, Senin (24/11). Harga saham emiten yang menjadi penghuni baru konstituen bergengsi tersebut per November terpantau bervariasi.

Berdasarkan data perdagangan bursa pada penutupan hari ini, dua saham Indonesia yang masuk dalam kategori MSCI Global Standard Indexes terpantau naik. Harga saham milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 2,79% atau 275 poin ke level 10.125, sedangkan emiten Grup Bakrie PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 3,54% atau 35 poin ke level 1.025.

Kedua saham emiten tersebut laris diperdagangkan hari ini. Saham BREN ditransaksikan paling besar, yakni Rp 7 triliun dan BRMS ditransaksikan Rp 4,82 triliun.

Sementara emiten MSCI Indonesia Small Cap Indexes bergerak bervariasi. Harga saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) terkoreksi 1,47% atau 25 poin ke level 1.670, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat 9,14% atau 85 poin ke level 1.015 dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) anjlok 7,63% atau 38 poin ke level 460.

Harga saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 1,83% aatu 90 poin ke level 5.000, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 3,32% atau 120 poin ke level 3.730 dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) terkoreksi 3,31% atau 40 poin ke level 1.170.

Selanjutnya, MSCI akan melakukan tinjauan indeks 10 Februari 2026 dengan tanggal efektif 2 Maret 2026.

Indeks MSCI adalah indeks yang dirancang oleh Morgan Stanley Capital International untuk mencerminkan pergerakan harga saham dalam berbagai kategori, termasuk emiten di negara maju dan berkembang.

Prospek Saham yang Masuk Indeks MSCI

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menyematkan target harga tinggi kepada saham BRMS, yakni di level 1.410, usai masuk kategori Global Standard MSCI. “Target technical saya untuk BRMS level 1.410,” katanya kepada Katadata, Kamis (6/11). 

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Juan Harahap dan Fadhlan Banny memberikan target harga, level 1.300 untuk saham BRMS. Menurut keduanya, target harga tersebut tercermin dari kinclongnya kinerja keuangan kuartal ketiga perseroan serta proyek tambang bawah tanah perseroan yang disinyalir dapat meningkatkan pundi-pundi kekayaan BRMS.

Samuel Sekuritas juga merevisi naik proyeksi kinerja BRMS secara signifikan. Asumsi harga emas dinaikkan menjadi US$ 3.345 per ons untuk 2025 dan US$ 4.500 per ons untuk 2026, dengan estimasi biaya tambang yang disesuaikan berdasarkan kinerja sembilan bulan pertama 2025. Sebagai hasilnya, proyeksi laba bersih BRMS untuk 2025 dan 2026 masing-masing dinaikkan 34,6% dan 72,6%.  

“Samuel Sekuritas kembali menegaskan rekomendasi BUY dengan target harga berbasis SOTP sebesar Rp 1.300 per saham, mencerminkan potensi kenaikan sekitar 40% dari level saat ini,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Kamis (6/11). 

Sementara itu, analis BinaArtha juga menaikkan target harga untuk emiten Prajogo, BREN. Ivan memberikan target harga ke level 12.100 untuk saham BREN. Di sisi lain, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyarankan agar investor menambah kepemilikan pada saham BREN dengan target harga ke level 9.775.  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri