Otoritas Jasa Keuangan bersama Self Regulatory Organization (SRO) segera menaikkan batas porsi saham publik atau free float dari 7,5% menjadi 15,% secara bertahap.
Secara terperinci, BREN menyiapkan dana maksimal Rp 2 triliun untuk buyback saham yang berasal dari dana internal. Adapun CDIA berencana melakukan buyback saham sebanyak-banyaknya Rp 1 triliun.
Taipan Prajogo Pangestu pada Jumat (23/1) kembali mengakumulasi saham CUAN, BRPT, dan BREN, saat harga saham-saham emiten yang terafiliasi dengannya tersebut mengalami tekanan secara "berjamaah".
Kekuatan utama BRPT ditopang oleh dua anak usahanya, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) di sektor energi bersih, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di industri petrokimia.
Total belanja saham BRPT, CUAN, dan BREN oleh Prajogo Pangestu pada Januari ini mencapai Rp 36,51 miliar. Untuk transaksi satu hari pada 15 Januari saja, dia setidaknya merogoh Rp 24,64 miliar.
Pada sesi I perdagangan Senin ini, saham BREN dibuka di harga Rp 9.700 per unit. Hingga jeda makan siang, nilainya bertengger di level Rp 9.625 atau terkoreksi 1,03%.
Sektor EBT atau renewable energy dinilai berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap realisasi investasi pada tahun ini. Bagaimana prospek emiten-emiten di sektor ini?
Dorongan transisi energi membuat sejumlah emiten mulai mempercepat ekspansi ke segmen EBT. Momentum ini dimanfaatkan korporasi besar lintas sektor seperti CDIA, BREN dan DSSA. Bagaimana prospeknya
Investor asing net buy Rp 992,41 miliar sepanjang 24 - 28 November. Saham yang ramai diburu yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT MD Entertainment Tbk (FILM).
Grup usaha Prajogo Pangestu kembali menjadi sorotan pasar modal lewat sederet aksi korporasi anak-anak usahanya. Dari energi baru terbarukan, pertambangan, hingga petrokimia. Mana yang menarik?
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) angkat bicara terkait status barunya sebagai anggota indeks MSCI Global Standard hingga peluang ekspansi ke proyek waste to energy (WTE) Danantara.