Investor Asing Ramai Jual Saham Bank-Bank Big Four, Ada Apa?

Fauza Syahputra|Katadata
Bank BCA (BBCA), salah satu dari empat emiten bank yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar (Big Four) di Bursa Efek Indonesia (ilustrasi).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
23/1/2026, 09.08 WIB

Empat saham bank jumbo ramai dilepas investor asing pada perdagangan Kamis (22/1). Saham-saham perbankan yang paling banyak dijual adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,32 triliun pada perdagangan kemarin. Meski demikian, secara year to date (ytd), investor asing tercatat masih membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp 3,29 triliun.

BBCA menjadi saham dengan nilai penjualan terbesar oleh investor asing, yakni mencapai Rp 883,2 miliar. Selanjutnya, saham BMRI dijual senilai Rp 207,5 miliar, disusul BBNI sebesar Rp 104,2 miliar serta BBRI yang dilepas senilai Rp 103,1 miliar.

Head of Retail Marketing & Product Development Division PT Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan mengatakan, aksi jual asing pada saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI tetap menjadi sinyal yang perlu dicermati. 

“Kondisi itu bisa mengindikasikan kekhawatiran terhadap valuasi atau ekspektasi pertumbuhan sektor keuangan,” kata Reza kepada Katadata.co.id, Jumat (23/1). 

Sementara itu, Reza menilai, investor domestik terlihat memanfaatkan koreksi harga untuk melakukan akumulasi saham-saham unggulan.

Dia mengatakan, pasar modal Indonesia mengalami tekanan arus keluar dana asing selama tiga hari perdagangan pada pekan ini. Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 710 miliar pada Senin (19/1), meningkat tajam menjadi Rp 1,88 triliun pada Rabu (21/1), dan kembali mencatatkan outflow sebesar Rp 964 miliar pada Kamis kemarin. Secara total, lebih dari Rp 3,5 triliun dana asing keluar dari pasar dalam periode tersebut.

Kendati demikian, Reza menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan daya tahan yang cukup kuat di tengah tekanan jual asing. Pada pembukaan perdagangan Kamis kemarin, IHSG sempat menguat signifikan dan menembus level intraday 9.109. Namun, indeks akhirnya ditutup turun tipis 0,2% ke level 8.992.

Pergerakan tersebut, menurut Reza, mencerminkan adanya kekuatan beli dari investor domestik yang mampu menahan tekanan jual asing. Fenomena ini terjadi seiring membaiknya sentimen global, antara lain meredanya ketegangan geopolitik di Greenland serta ekspektasi kebijakan suku bunga global yang cenderung dovish, sehingga mendorong suasana risk-on di pasar keuangan.

Secara keseluruhan, meski IHSG mampu bertahan di tengah tekanan arus keluar dana asing, risiko koreksi lanjutan tetap perlu diwaspadai apabila tren outflow berlanjut tanpa dukungan sentimen domestik yang kuat. Hingga perdagangan Kamis, IHSG masih mencatatkan kenaikan sebesar 3,99% secara year to date.

Daftar 10 saham paling banyak dijual investor asing, Kamis (22/1):

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dijual senilai Rp 883,2 miliar
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dijual senilai Rp 207,5 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dijual senilai Rp 127,1 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dijual senilai Rp 104,2 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dijual senilai Rp 103,1 miliar
  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dijual senilai Rp 67,1 miliar
  • PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), dijual senilai Rp 65,4 miliar
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dijual senilai Rp 58,5 miliar
  • PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dijual senilai Rp 55,3 miliar
  • PT Petrosea Tbk (PTRO), dijual senilai Rp 55 miliar
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri