IHSG Hari Ini Dibuka Rontok Tinggalkan Level 8.000, Lanjut Turun Lebih dari 5%

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah penurunan IHSG mencapai delapan persen ke posisi 8.261,79 imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara (hold) proses rebalancing indeks untuk saham-saham di pasar saham Indonesia.
Penulis: Karunia Putri
29/1/2026, 09.17 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali dibuka anjlok. Indeks rontok 5% meninggalkan levek 8.000 pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (29/1). Sentimen pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) soal hasil penilaian terkait perubahan metodologi perhitungan porsi saham publik atau free float di pasar saham Indonesia masih membayangi laju IHSG. 

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG ambruk 4,14% atau 426,03 poin ke level 7.977 pukul 9.01 WIB. Volume transaksi perdagangan mencapai 4,04 miliar saham, frekuensi sebanyak 308 ribu kali dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 14.323 triliun.

Tak lama setelah pembukaan tekanan terus membayangi IHSG hingga rontoh lebih dari 5% pada pukul 09.02 WIB. Menurut pantauan Katadata.co.id, laju IHSG terus merosot hingga menyentuh 7% pada pukul 09.20 WIB. 

Adapun salah satu hasil pengumuman MSCI tersebut adalah MSCI memutuskan membekukan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham-saham Indonesia. Hal ini dilakukan menyusul kekhawatiran investor global terhadap transparansi data kepemilikan saham serta aspek kelayakan investasi (investability) pasar.

Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyatakan telah menyelesaikan proses konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Dia menyatakan, kebanyakan investor global menyampaikan kekhawatiran terhadap penggunaan Laporan Komposisi Kepemilikan Bulanan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk melihat free float di saham Indonesia. Meskipun beberapa investor menyatakan dukungan penggunaan KSEI tersebut.

Investor menyoroti masalah fundamental terkait kelayakan investasi masih berlanjut karena kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat. Kendati demikian, investor mengakui bahwa terdapat beberapa peningkatan kecil pada data saham beredar Bursa Efek Indonesia (BEI). 

“Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, diperlukan informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap saham beredar bebas dan kelayakan investasi di seluruh sekuritas Indonesia,” tulis MSCI dalam pengumuman resminya, dikutip Rabu (28/1). Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup rontok 7,35% ke 8.320 pada perdagangan saham hari ini, Rabu (28/1).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri