IHSG Diproyeksi Naik, Saham BRMS, INCO, MEDC hingga BRIS jadi Rekomendasi Analis
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksi naik pada perdagangan hari ini, Kamis (5/2). Pada Rabu kemarin IHSG naik 0,3% dan ditutup di level 8.146.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG masih disertai dengan munculnya volume pembelian. IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [x] sehingga masih berpeluang naik untuk menguji 8.328–8.527.
“Namun demikian cermati area koreksi yang berada di 7.896–8.010,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (5/2).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.854 dan 7.654. Sementara resistance terdekat berada di 8.181 dan 8.318.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) akumulasi beli di rentang Rp 945–Rp 990 dengan target harga di Rp 1.095–Rp 1.165, sementara level stoploss di bawah Rp 900.
Kemudian PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) buy on weakness di Rp 2.110–2.150 dengan target ke Rp 2.310–2.420, dan stoploss jika ke Rp 2.030. Lalu PT Tjiwi Kimia Paper Factory Tbk (TKIM) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 6.700–Rp 6.800 dengan target harga di Rp 7.175–Rp 7.425, serta stoploss di bawah Rp 6.500.
Selain itu, Phintraco Sekuritas menilai berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi faktor pendukung penguatan IHSG. Dari sisi teknikal, histogram negatif MACD terpantau semakin menyempit, sementara indikator stochastic RSI masih bertahan di area jenuh jual (oversold).
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 8.200 pada perdagangan Kamis (5/2),” tulis Phintraco dalam analisisnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun buku 2025. Berdasarkan konsensus, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di level 5% secara tahunan (YoY), melambat dibandingkan capaian 5,3% YoY pada FY2024. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 diproyeksikan mencapai 5,2% YoY dan 1,9% secara kuartalan (QoQ), meningkat dibandingkan realisasi kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 5,04% YoY dan 1,43% QoQ.
Di sisi kebijakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan peningkatan free float saham menjadi 15% yang akan ditempuh secara bertahap dalam kurun waktu tiga tahun. Penerapan kebijakan ini akan dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan terukur, dengan OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) mempertimbangkan kesiapan masing-masing emiten, kondisi pasar, serta kemampuan serapan investor.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS).