Pertambangan Terkontraksi, Ini Sektor-Sektor Usaha yang Moncer Sepanjang 2025

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
9/2/2026, 09.23 WIB

Badan Pusat Statistik mencatat, hampir seluruh sektor usaha mencatatkan pertumbuhan pada tahun lalu dibandingkan 2024. Pertambangan menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan kontraksi di tengah capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11%. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, lima lapangan usaha yakni industri pegelolaan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tahun lalu. Namun dari kelima lapangan usaha tersebut, pertambangan mencatatkan kontraksi sebesar 0,06%.

"Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh sektor jasa lainnya sebesar 9,93% dibandingkan 2024," ujar Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2).

Amalia menjelaskan, pertumbuhan sektor jasa lainnya didorong oleh kenaikan aktivitas rekreasi sejalan peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara. Namun, distribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 2,14%. 

Sektor lainnya yang juga tumbuh kencang adalah jasa perusahaan mencapai 9,18%, yang didukung oleh kenaikan aktivitas agen perjalanan dan penyelenggaraan berbagai gelaran acara nasional dan internasional. Kemudian sektor transportasi dan perdagangan tumbuh 8,78% di topang meningkatnya jumlah penumpang di berbagai moda transportasi dan aktivitas pengiriman barang.

Pertumbuhan yang tinggi juga dicatatkan oleh sektor informasi dan komunikasi sebesar 8,35%. Di sisi lain, industri pengolahan, perdagangam dan pertanian  yang memberikan distribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi masing-masing tumbuh 5,3%, 5,49%, dan 5,33%. 

BPS juga mencatat, sektor pertambangan menjadi satu-satunya yang terkontraksi  sebesar 1,31%. Pertambangan menjadi satu dari lima sektor usaha dengan  kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), selain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi.

"Total share kelima lapangan usaha ini mencakup sebesar 63,09% PDB,” kata dia.

Amalia juga mengatakan, lapangan usaha yang tumbuh tinggi yaitu sektor transportasi dan pergudangan yang mana didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan adanya libur natal dan tahun baru (Nataru) dan kebijakan stimulus diskon tarif angkutan serta beberapa kebijakan lainnya. 

Sektor selanjutnya, yakni di bidang informasi dan komunikasi, yang mana tumbuh 8,09%. Ia mengatakan, hal ini karena didorong oleh peningkatan aktivitas pengguna internet dan peningkatan trafik data operator seluler.

Di sisi lain, Amalia menyampaikan industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar pada kuartal 4 2025. 

“Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sebesar 1,10%,” kata dia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman