Kata BEI Soal MSCI Umumkan Review Indeks RI

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, sebelum pembukaan perdagangan harian, beberapa waktu lalu.
11/2/2026, 11.11 WIB

Morgan Stanley Capital International atau (MSCI) tiba-tiba mengumumkan review indeks Indonesia. Lembaga penyedia indeks global itu menurunkan peringkat sejumlah saham top di Tanah Air.

Merespons hal itu, Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menyampaikan, dalam pengumuman tersebut MSCI menegaskan penerapan kebijakan pembekuan (freeze) terhadap sejumlah penyesuaian indeks untuk saham Indonesia.  

Akan tetapi, kebijakan ini tidak mencakup dilaksanakannya kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS). Selain itu, MSCI juga tidak akan menambahkan saham baru ke dalam indeks dan menunda setiap kenaikan klasifikasi antarsegmen indeks, termasuk promosi naik dari kategori Small Cap ke Standard Index.  

“Di announcement yang disebutkan terkait freeze termasuk, not implement any increase in FIF and NOS, not implement index addition, not implement any upward migration,” kata Jeffey ketika dihubungi Katadata.co.id, Rabu (11/2). 

Sebelumnya, MSCI mengumumkan penurunan indeks sejumlah saham di Indonesia. Perinciannya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) didegradasi dari daftar MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Small Cap Indexes. Sementara itu, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) dikeluarkan dari daftar penghuni MSCI Small Cap Indexes. 

“Seluruh perubahan akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 27 Februari dengan tanggal efektif pada 2 Maret,” tulis MSCI dalam pengumuman pada Selasa (10/2) waktu AS.

MSCI akan melakukan tinjauan selanjutnya pada periode Mei, dengan pengumuman yang akan disampaikan pada 12 Mei dan tanggal efektif penetapan indeks pada 1 Juni. 

Adapun MSCI pada Januari lalu mengumumkan untuk membekukan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham-saham di Tanah Air. Hal itu menyusul kekhawatiran investor global terhadap transparansi data kepemilikan saham serta aspek kelayakan investasi (investability) pasar. 

Pertemuan Lanjutan dengan MSCI Hari ini

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama jajaran self regulatory organization (SRO) pasar modal akan bertemu denganMSCI pada hari ini.

Jeffrey mengatakan agenda pertemuan kali ini untuk membahas hal-hal teknis. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti tiga proposal yang sudah disampaikan OJK bersama SRO pada Senin (2/2) pekan lalu.

"Sejalan dengan komunikasi tersebut, Bursa Efek Indonesia dan KSEI mengajukan beberapa inisiatif kepada MSCI yang selaras dengan 8 Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia yang kami targetkan dapat dipenuhi sebelum akhir April 2026 ini," kata Jeffrey dalam konferensi pers di BEI, Senin (9/2). 

Jeffrey mengatakan, otoritas bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mengajukan sejumlah inisiatif kepada MSCI sejalan dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia. Seluruh langkah itu ditargetkan dapat dipenuhi sebelum akhir April 2026.

Ia menjelaskan, inisiatif pertama adalah penyempurnaan klasifikasi investor di KSEI. Struktur Single Investor Identification (SID) yang saat ini terdiri dari sembilan kategori akan diperluas menjadi 28 subkategori investor.

Kedua, perluasan keterbukaan informasi terkait kepemilikan saham. Jika sebelumnya pengungkapan difokuskan pada kepemilikan di atas 5%, ke depan cakupan transparansi akan diperluas hingga kepemilikan di atas 1%.

Ketiga, peningkatan ketentuan minimum free float untuk mempertahankan status sebagai perusahaan tercatat, dari saat ini sebesar 7,5% menjadi 15%.

“Ketentuan ini akan diterapkan secara bertahap dengan penetapan target antara pada setiap tahapannya disertai pemantauan dan pendampingan berkelanjutan bagi perusahaan tercatat,” ucap Jeffrey. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila