IHSG Potensi Lanjut Reli ke Level 8.400, Saham INCO, INDF hingga BBRI Dijagokan

Katadata/Fauza Syahputra
Pengunjung berada di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan harga saham saat pembukaan perdagangan tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka tahun 2026 di zona hijau, menguat 0,34% di level 8.676 dengan sepuluh menit perdagangan pertama nilai transaksi saham telah mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.
Penulis: Karunia Putri
24/2/2026, 06.09 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikan naik pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2). Analis merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) hingga PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi IHSG berpeluang melanjutkan reli menuju level 8.424. Menurut Ivan, proyeksi tersebut akan kuat tercapai jika indeks tetap berada di atas level 8.324. Ivan mencatat level support IHSG berada di 8.324, 8.071 dan 7.809, sementara resistance di 8.482, 8.596 dan 8.837.

“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” kata Ivan dalam keterangannya dikutip Selasa (24/2).

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.

Dia memberikan rekomendasi saham-saham yang dapat dicermati hari ini, antara lain PT Vale Indonesia Tbk (INCO) beli di harga 6.500 – 6.800 dengan target harga terdekat ke level 7.450 dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan rekomendasi beli di harga 6.500 – 6.600 dengan target harga terdekat di level 7.000.

Kemudian saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang disarankan untuk akumulasi di harga 2.200 – 2.270 dengan target harga terdekat ke level 2.540, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) beli di harga 1.550 – 1.650 dengan target harga terdekat di level 1.955 serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) beli di level 2.170 – 2.220 dengan target harga terdekat di level 2.310. 

Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal histogram MACD IHSG berlanjut bergerak menguat di teritori positif dan didukung oleh kenaikan volume beli. Kendati demikian, Stochastic RSI mulai melambat dan berada di area overbought

“Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 8.450-8.500, jika dapat ditutup di atas level 8.400,” ujarnya. 

Adapun mayoritas indeks di bursa Asia ditutup naik pada perdagangan kemarin, Senin (23/2), di tengah ketidakpastian tarif Amerika Serikat, setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan memberlakukan tarif global sebesar 10%-15%. Bursa Cina dan Jepang libur. Namun indeks bursa Eropa dan indeks futures di Wall Street bergerak turun pada perdagangan siang ini (23/2). 

Adapun rekomendasi saham-saham dari Phintraco Sekuritas di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dan PT Timah Tbk (TINS).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri