Emiten milik taipan Surabaya Wijono dan Hermanto Tanoko PT Avia Avian Tbk (AVIA) membocorkan kisi-kisi rencana merger dan akuisisi (M&A), dividen, hingga target kinerja keuangan tahun buku 2026. Investor Relations Avia Avian, Andreas Timothy Hadikrisno, mengatakan kemungkinan ada rencana aksi korporasi berupa merger dan akuisisi (M&A) tahun ini.

Apabila menilik tahun lalu, kata Andreas, emiten cat itu telah mengakuisisi 16,67% saham PT Dextone Lemindo (Dextone), sebuah perusahaan yang bergerak di usaha perekat atau lem. Adapun, nilai akuisisi AVIA untuk saham baru yang diterbitkan Dextone itu mencapai Rp 275,84 miliar.

“Ada beberapa sih (M&A), cuma belum bisa disclose, Investasinya yang kami mau mengarah di segmen-segmen fokus di cat,” kata Andreas ketika ditemui di Jakarta, Rabu (5/3). 

Meski begitu Andreas menyebut manuver itu masih langkah awal dan belum sampai ke tahap feasibility study. Ia juga menyebut aksi korporasi itu masih di dalam negeri. “Kalau jadi, kalau berhasil,” ucap Andreas. 

Namun, aksi korporasi itu bakal memengaruhi pembagian porsi dividen AVIA kepada pemegang saham. Andreas mengatakan dividen akan diumumkan pada April 2026 usai Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.

Ia menyebut AVIA akan berupaya mempertahankan rasio pembagian dividen seperti tahun sebelumnya, meski sangat bergantung pada rencana aksi korporasi, khususnya potensi merger and aquisition (M&A) serta kebutuhan investasi. 

Lebih lanjut, kata Andreas, jika pada tahun ini ada M&A atau investasi besar, AVIA memperkirakan dividen yang dibagikan minimal sekitar 50% dari laba bersih. Dengan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 1,74 triliun, maka sekitar separuhnya berpotensi dibagikan kepada pemegang saham. 

Namun apabila tidak ada kebutuhan investasi besar, rasio pembagian dividen seperti tahun lalu yang mencapai sekitar 83% dari laba bersih.

“Jadi kalau misalnya bicara sama kayak sebelumnya, ya sekitar 80% lagi dari net profit 2025, kalau nggak ada investasi, ya,” ujarnya.

Bidik Kenaikan Pendapatan hingga 10%

Seiring dengan rencana itu, Andreas mengatakan AVIA menargetkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini dengan kenaikan pendapatan sekitar 6% hingga 10%, sejalan dengan proyeksi peningkatan volume penjualan di kisaran 4% hingga 8%. 

Sementara itu, untuk laba bersih (bottom line) diperkirakan tumbuh di level mid single digit, kecuali jika perseroan mampu melakukan efisiensi yang lebih agresif, termasuk penghematan pada pos biaya seperti biaya pemasaran yang sebelumnya juga telah dioptimalkan pada tahun lalu.

Andreas juga mengatakan cat merek Avia Avian memiliki posisi kuat pada segmen waterproofing dan wood and metal, namun masih tertinggal pada segmen cat dinding (wall paint) yang porsinya paling besar di pasar. Menurutnya, sekitar 50% pasar cat dekoratif di Indonesia berasal dari segmen wall paint.

Selain itu industri cat dekoratif di Indonesia sangat terfragmentasi, dengan lebih dari 200 pemain yang beroperasi. Meski demikian, jumlah pemain berskala nasional kurang dari 10 perusahaan.

Berdasarkan estimasi per akhir Desember 2025, Andreas mengatakan Avia Avian memimpin pasar dengan pangsa sekitar 26%. Posisi kedua ditempati oleh Nippon Paint dengan pangsa sekitar 20%, disusul PT Propan Raya ICC di posisi ketiga.

Selanjutnya AkzoNobel, pemilik merek Dulux dan Catylac dengan pangsa sekitar 8%, dan Jotun yang juga memiliki pangsa sekitar 8%. Sementara itu, Mowilex berada di posisi keenam di pasar cat dekoratif nasional.

Sepanjang tahun 2025, Avian Brands membukukan total pendapatan sebesar R p8,1 triliun, meningkat Rp 652 miliar atau 8,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun pertumbuhan volume penjualan sebesar 7,4%. 

Torehan ini didukung oleh pertumbuhan penjualan yang konsisten sejak kuartal pertama hingga kuartal keempat, baik pada segmen solusi arsitektur maupun barang dagangan.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, AVIA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun, meningkat Rp 80 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, dengan marjin laba bersih sebesar 21,5%. 

“Capaian ini mencerminkan disiplin pengendalian biaya serta peningkatan efisiensi operasional yang dijalankan secara berkelanjutan,” ucapnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila