IHSG Masih Rawan Turun, Analis Rekomendasikan Saham TLKM, BBCA, ASII dan BMRI
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diproyeksikkan turun pada perdagangan saham akhir pekan ini, Jumat (6/3). Pada perdagangan hari sebelumnya IHSG ditutup naik 1,7%.
Apabila menilik perdagangan Kamis (5/3), IHSG ditutup di zona hijau dengan menguat 1,76% ke level 7.710. Phintraco Sekuritas menilai penguatan tersebut sejalan dengan perkiraan sebelumnya, berhasil rebound didorong sentimen positif bursa global dan aksi bargain hunting oleh investor.
Meski demikian, aksi ambil untung juga terjadi pada sejumlah saham yang sebelumnya telah mencatatkan reli, khususnya di sektor migas. Pada saat yang sama, mayoritas indeks saham di bursa Asia juga rebound pada perdagangan Kamis (5/3).
Di sisi lain, nilai tukar rupiah kembali melemah dan ditutup di level Rp 16.905 per dolar AS, seiring melemahnya mayoritas mata uang di kawasan Asia. Secara sektoral, saham sektor siklikal mencatatkan kenaikan terbesar dan sektor transportasi anjlok.
Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI saat ini berada di area oversold dan berpotensi mengalami reversal. Namun indikator MACD masih menunjukkan pelebaran histogram negatif, yang mengindikasikan tekanan jual masih perlu diwaspadai.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan sideways cenderung melemah pada kisaran level 7.550–7.800,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Jumat (6/3).
Selanjutnya investor akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia periode Februari 2026 yang dijadwalkan pada 6 Maret. Data tersebut berpotensi kembali turun di tengah berlanjutnya depresiasi nilai tukar rupiah. Pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari AS yang akan dirilis pada 6 Maret. Termasuk data Nonfarm Payrolls dan Unemployment Rate untuk Februari 2026, serta Retail Sales periode Januari 2026.
Berdasarkan konsensus pasar, pertumbuhan nonfarm payrolls diperkirakan melambat menjadi sekitar 59 ribu pada Februari 2026, turun dari 130 ribu pada Januari 2026. Sementara itu, tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di level 4,3%.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Sementara itu Henan Putihrai Sekuritas menyebut bangkitnya IHSG pada perdagangan kemarin memberikan sinyal bahwa kepanikan pasar mulai mereda. Meski demikian, pasar dinilai masih berada dalam fase pemulihan yang rapuh sehingga pergerakan indeks berpotensi tetap fluktuatif.
Adapun perdagangan Jumat (6/3), Henan Putihrai Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang naik secara terbatas, namun tingkat volatilitas masih tinggi.
“Fokus pada saham berbasis hedge (emas atau energi), emiten dengan visibilitas cashflow, serta saham yang menjadi target akumulasi pasca panic-selling,” tulis Henan.
Henan Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) selama harga berada di atas level Rp 5.125, dengan target di kisaran Rp 5.325– Rp 5.400 dan stop loss di level 4.940.
Sementara itu, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), Henan juga merekomendasikan buy di atas level Rp 6.225. Saham ini diproyeksikan berpotensi menuju target harga Rp 7.200–Rp 7.700, dengan stop loss di level Rp 5.250.