ASII dan ADRO Umumkan Rencana Buyback saat Pasar Bergolak, Cek Prospek Sahamnya

Website Alamtri
Ilustrasi aktivitas pertambangan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
16/3/2026, 11.39 WIB

Dua emiten besar di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), berencana membeli kembali atau buyback sejumlah saham. Rencana itu merela umumkan di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

ASII menyiapkan dana buyback maksimal Rp 2 triliun yang bersumber dari kas internal perseroan. Sementara itu, ADRO berencana melakukan aksi serupa dengan nilai maksimal Rp 4 triliun yang juga berasal dari dana internal perusahaan.

Manajemen ASII menjelaskan, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Selain itu, porsi saham publik atau free float setelah buyback tidak akan kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

“Pelaksanaan pembelian kembali saham tidak memiliki dampak negatif yang material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan,” tulis manajemen ASII dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Senin (16/3).

Adapun ASII akan melaksanakan buyback mulai Senin (16/3) ini hingga 15 Juni nanti. Perseroan meyakini aksi tersebut tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kinerja operasional maupun pendapatan, karena perusahaan memiliki modal dan arus kas yang memadai untuk membiayai buyback sekaligus kegiatan usaha.

Sementara itu, manajemen ADRO menyampaikan nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan. Aksi tersebut juga tidak akan menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan.

Pembelian kembali saham ADRO akan dilakukan melalui BEI secara bertahap selama 12 bulan. Tanggal pelaksanaan buyback terhitung sejak 20 April 2026 setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (17/4).

Manajemen ADRO menyatakan, rujuan buyback tersebut adalah untuk memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam memanfaatkan kondisi pasar. Selain itu, aksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham sehingga harga saham mencerminkan nilai fundamental perusahaan.

Perseroan juga menilai pelaksanaan buyback dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor.

“Pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan melalui BEI dengan harga penawaran untuk membeli kembali saham lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku,” tulis manajemen.

Mengenai prospek kedua saham selama periode buyback, Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai kedua saham memiliki prospek positif. Ia menyarankan investor mencermati saham ASII pada rentang harga Rp 5.600 hingga Rp 5.700 per saham. Ia memperkirakan saham ASII berpotensi naik menuju target harga Rp 6.550, Rp 7.000 dan Rp 7.400.

Adapun untuk saham ADRO, Ivan merekomendasikan investor masuk pada rentang harga Rp 2.180 hingga Rp 2.230 per saham dengan target harga Rp 2.600, Rp 2.770, dan Rp 2.950.

Di pasar saham, pergerakan kedua emiten tersebut menunjukkan gerak berbeda. Dalam tiga bulan terakhir, harga saham ASII anjlok 12,88%. Pada perdagangan hari ini, saham ASII terkoreksi 1,29% ke level Rp 5.750 pada pukul 09.58 WIB.

Sebaliknya, saham ADRO melonjak 32,60% dalam tiga bulan terakhir. Namun pada perdagangan intraday hari ini, saham ADRO merosot 2,02% ke level Rp 2.430.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri