Gerak Liar Saham GIAA Melonjak 20% setelah Keluar dari FCA saat IHSG Sesi I Lesu

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).
26/3/2026, 13.14 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup merosot 1,21% ke 7.214 pada perdagangan saham sesi pertama hari ini, Kamis (26/3). Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham siang ini sebesar Rp 25,95 triliun.

Adapun volume perdagangan mencapai 19,58 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,04 juta kali. Sebanyak 296 saham menguat, 349 saham terkoreksi, dan 173 saham tidak bergerak. Kapitalisasi pasar IHSG sesi pertama hari ini tercatat sebesar Rp 12.719 triliun.

Menariknya, seiring dengan merahnya IHSG, saham maskapai penerbangan pelat merah justru melonjak signifikan. Pada siang ini, harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) naik 20,55% ke Rp 88 dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 35,82 triliun. Tak hanya itu, pada 09.15 WIB saham GIIA sempat melesat hingga 28,77% menyentuh Rp 95. 

Pergerakan "liar" saham GIAA itu terjadi seusai BEI mengeluarkan emiten pesawat itu dari papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA). Garuda diketahui masuk dalam papan pemantauan khusus karena memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.

Kemudian, berdasarkan laporan keuangan 2025, total ekuitas GIAA sebesar US$ 91,91 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun hingga akhir Desember 2025.

Namun Garuda masih membukukan rugi jumbo sebesar US$ 322,48 juta atau sekitar Rp 5,46 triliun sepanjang tahun buku 2025. Rugi itu membengkak hingga 343,5% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 72,70 juta atau sekitar Rp 1,23 triliun.

Di samping itu, dari sebelas sektor yang ada di BEI, sembilan sektor terpantau merah. Sektor yang mencatat kenaikan penurunan yakni energi yang turun hingga 2,05%. Salah satu saham sektor ini yang berada di zona merah adalah PT Harum Energy Tbk (HRUM) turun 1,88% ke Rp 1.045.

Di sisi lain, bursa saham Asia juga mayoritas bertengger di zona merah. Hanya indeks Straits Times yang naik 0,27%. Sebaliknya Hang Seng terperosok 1,82%, Shanghai Composite tergelincir 1,05%, dan Nikkei turun 0,83%.

Saham top gainers:

  • PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) naik 20,55% ke Rp 88.
  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 3.59% ke Rp 865.
  • PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 1,80% ke Rp 850. 

Saham top losers:

  • PT Indospring Tbk (INDS) turun 14,90% ke Rp 434.
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 4,88% ke Rp 117.
  • PT Timah Tbk (TINS) turun 3,88% ke Rp 3.220.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila