Emiten milik konglomerat Dato Sri Tahir, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) membukukan rugi hingga Rp 199 miliar tahun buku 2025. Rugi itu membengkak hingga 746% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode 2024 senilai Rp 23,51 miliar.
Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan bersih SRAJ justru naik sekitar 10,6% yoy menjadi Rp 2,58 triliun sepanjang 2025. Padahal pada 2024 lalu emiten yang bergerak di bidang layanan kesehatan dan pengelola Mayapada Hospital itu meraup Rp 2,34 triliun.
Secara rinci, pendapatan SRAJ ditopang oleh segmen rawat inap senilai Rp 2,08 triliun dan rawat jalan Rp 1,41 triliun. Alhasil pendapatan bruto senilai Rp 3,50 triliun. Namun dikurangi biaya jasa tenaga ahli sebesar Rp 912,13 miliar. Adapun beban pokok SRAJ senilai Rp 1,53 triliun dan laba brutonya menjadi Rp 1,05 triliun.
Dari sisi neraca, total aset SRAJ senilai Rp 7,62 triliun sepanjang 2025. Sedangkan total liabilitas sebesar Rp 6,28 triliun dan total ekuitasnya sebesar Rp 1,33 triliun.
Di sisi lain, saat ini saham SRAJ bertengger di level Rp 15.025 dan kapitalisasi pasarnya menembus Rp 183,89 triliun. Dalam enam bulan terakhir sahamnya naik 72,21% dan melambung 547,63% dalam setahun terakhir.
Valuasi SRAJ
Namun valuasi melambung meski masih merugi. SRAJ juga mencatatkan rugi per saham sebesar Rp 16,31. Apabila berdasarkan RTI Business, perusahaan mencatatkan earnings per share (EPS) sebesar -16,26, sementara revenue per share (RPS) berada di 211,57.
Nilai buku per saham (BVPS) tercatat 108,88, sedangkan cash flow per share (CFPS) sebesar 10,59. Adapun cash equivalent per share (CEPS) mencapai 149,22 dan net assets per share (NAVS) sebesar 109,14.
Dari sisi valuasi, price earnings ratio (PER) tercatat -924,07x. Sementara itu, price sales ratio (PSR) berada di 71,02x. Kemudian price to book value ratio (PBV) sebesar 137,99x, dan price cash flow ratio (PCFR) mencapai 1.418,14x.
Pada aspek profitabilitas, gross profit margin (GPM) tercatat 40,89%, operating profit margin (OPM) sebesar 3,19%, dan net profit margin (NPM) berada di -7,69%. Selain itu, earnings before interest and tax margin (EBITM) sebesar 5,88%, dengan return on equity (ROE) -14,93% dan return on assets (ROA) -2,61%.