Dividen Jumbo Anak Usaha Astra (AALI) Rp 335 per Saham, Kapan Dibagikan?

Facebook/PT Astra Agro Lestari Tbk.
PT Astra Agro Lestsri Tbk (AALI), emiten anak usaha Grup Astra yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
15/4/2026, 12.30 WIB

Emiten perkebunan kelapa sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen final sebesar Rp 335 per lembar saham. Jumlahnya mencapai Rp 647 miliar atau 60% dari total laba bersih perusahaan sepanjang 2025.

Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) AALI di Menara Astra, Jakarta, Rabu (15/4). RUPST menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 881 miliar atau Rp 458 per lembar saham.  Sebelumnya, pada 24 Oktober 2025 AALI telah membayarkan dividen interim sebesar Rp 236 miliar atau Rp 123 per lembar saham. 

“Sisanya sebesar Rp 647 miliar atau Rp 335 per lembar saham akan dibayarkan pada 13 Mei 2026 kepada pemegang saham,” kata Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4). 

Presiden Direktur Astra Agro Lestsri, Djap Tet Fa mengungkapkan, kinerja perusahaan tahun ini juga berkat sinergi para pemangku kepentingan yang telah bekerja sama dengan AALI. Menurutnya, kolaborasi serta komitmen dari berbagai lini telah mendorong capaian kinerja perusahaan yang solid.

"Pencapaian perseroan dapat terwujud berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).

Adapun laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 1,47 triliun sepanjang 2025. Angka ini meningkat 28,24% YoY dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 1,14 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, AALI mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 28,65 triliun. Jumlahnya naik 31,34% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari Rp 21,81 triliun pada 2024.

Secara terperinci, mayoritas pendapatan perseroan berasal dari penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya yang mencapai Rp 25,52 triliun. Sementara itu, kontribusi dari inti sawit dan turunannya sebesar Rp 3,12 triliun, serta pendapatan lain-lain sebesar Rp 10,92 miliar. 

Dari sisi geografis, wilayah Sulawesi menjadi kontributor terbesar dengan nilai pendapatan Rp 16,67 triliun. Disusul oleh Kalimantan sebesar Rp 12,88 triliun dan Sumatra sebesar Rp 11,77 triliun.

Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 31% menjadi Rp 28,66 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 21,82 triliun. Peningkatan pendapatan merupakan efek dari kenaikan produksi CPO sebesar 6% YoY menjadi 1,2 juta ton dan produksi kernel sebesar 8% YoY menjadi 252 ribu ton. Adapun volume penjualan CPO dan turunannya naik 13% menjadi 1,8 juta ton.

Penguatan performa AALI disebabkan oleh faktor pasokan dan permintaan yang menjadi katalis utama sektor komoditas. Ketatnya pasokan CPO telah mendorong harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 11% YoY menjadi Rp14.316 per kg.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila