Sinar Terang (MINE) Tebar Dividen, Pemegang Saham Bakal Dapat Rp 14,74 per Saham

Website Sinar Terang Mandiri
Aktivitas penambangan PT Sinar Terang Mandiri (MINO) jelang IPO
Penulis: Karunia Putri
22/4/2026, 15.57 WIB

Emiten di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mengumumkan akan membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya senilai Rp 60,23 miliar. Dengan begitu, setiap investor akan mengantongi dana sebesar Rp 14,75 per saham MINE yang dimilikinya.

Jumlah tersebut setara dengan 305 dari laba tahun buku 2025 perseroan. Adapun MINE membukukan laba bersih Rp 202,02 miliar pada 2025. Keputusan tersebut telah mendapat restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan pada Rabu (22/4).

Direktur Utama MINE Ivo Wangarry mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan wujud komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang sahamnya. “Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegangs aham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca IPO,” kata Ivo dalam keterangan resmi dikutip Rabu (22/4).

MINE merupakan perusahaan yang baru mencatatkan perdana sahamnya atau initial public offering pada 10 Maret 2025 lalu. Artinya umur perseroan baru sekitar satu tahun di Bursa Efek Indonesia. 

Ke depan, Ivo menyebut kebijakan dividen akan mempertimbangkan kondisi keuangan, rencana ekspansi, serta prospek industri. Hal ini dilakukan agar tetap sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis perseroan.

Sepanjang 2025, MINE mencatatkan pertumbuhan pendapatan 11,8% menjadi Rp 2,36 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh kontribusi proyek baru, antara lain pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari serta proyek penambangan milik PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang memperkuat portofolio bisnis perseroan.

Untuk 2026, perseroan menargetkan ekspansi melalui perolehan kontrak baru, sekaligus menjaga hubungan dengan mitra yang sudah ada. Selain itu, MINE juga berencana mengembangkan lini bisnis guna meningkatkan daya saing.

“Perseroan berkomitmen memperkuat kinerja dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Menjaga keseimbangan antara ekspansi usaha dan pengembalian nilai kepada pemegang saham menjadi kunci,” kata Ivo.

Kendati demikian, perseroan belum mengumumkan kapan tanggal pembagian dividen tersebut.

Dari sisi penggunaan dana IPO, perseroan melaporkan telah merealisasikan seluruh dana bersih sebesar Rp 129,61 miliar hingga akhir 2025. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan alat berat, pembelian aset berupa tanah dan bangunan, serta modal kerja.

Sepanjang 2025, MINE juga telah membelanjakan Rp 267 miliar untuk pengadaan alat berat guna mendukung operasional kontrak baru. Ivo menilai prospek industri jasa penunjang pertambangan masih positif, seiring posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri tambang global, khususnya pada komoditas seperti nikel, batu bara, dan emas.

Ke depan, perseroan membuka peluang ekspansi ke berbagai komoditas mineral lainnya. “Kami melihat ruang pengembangan usaha yang cukup luas di berbagai komoditas.Ke depan, Perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur,” ujar Ivo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri