Goto Ungkap Status Saham Pemerintah Lewat Danantara, Ini Daftar Nama Pemilliknya

GoTo
GoTo meluncurkan Bursa Kerja Mitra Gojek, membuka akses karier bagi mitra dan keluarga.
Penulis: Ira Guslina Sufa
6/5/2026, 05.20 WIB

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengonfirmasi pemerintah telah masuk sebagai pemegang saham melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Meski demikian, perusahaan belum mengungkap secara 

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GoTo Gojek Tokopedia, R.A. Koesoemohadiani, menyampaikan perusahaan memahami Danantara telah melakukan pembelian saham GOTO melalui bursa dengan porsi kurang dari 1% dari total saham beredar. Namun menurut dia sesuai ketentuan GOTO tidak berkewajiban untuk mengungkap data pemegang saham di bawah 1% kepada publik. 

"Perseroan  menyambut  baik  investasi tersebut,  sebagaimana  juga  investasi dari  seluruh  pemangku  kepentingan lainnya,  sebagai  cerminan  kepercayaan yang  berkelanjutan  terhadap fundamental  usaha,  kinerja,  serta prospek  jangka  panjang  Perseroan,"  ujar Koesoemohadiani dalam penjelasan resmi yang dikutip Rabu (6/5).

Lebih jauh dia menyebut investasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Danantara itu menjadi dorongan positif bagi GOTO untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Masuknya pemerintah ini sekaligus menandai langkah baru dalam struktur kepemilikan emiten teknologi terbesar di Bursa Efek Indonesia tersebut.

Berdasarkan data daftar pemegang saham per 31 Maret 2026, kepemilikan GOTO masih didominasi investor institusi global. Entitas afiliasi SoftBank, yakni SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd., tercatat sebagai pemegang terbesar dengan porsi 7,65% atau setara 91,10 miliar saham. Posisi berikutnya ditempati Taobao China Holding Limited dengan 7,43%  atau setara 88,53 miliar saham. 

Di sisi domestik, kepemilikan saham treasury oleh GOTO sendiri mencapai 3,14% atau 37,44 miliar saham. Sementara itu, investor institusi global lain seperti UBS AG Hong Kong menggenggam 2,68%.

Masuknya raksasa teknologi global juga terlihat dari kepemilikan Google Asia Pacific Pte. Ltd. dan Tencent Mobility Limited. Dari kalangan venture capital, entitas terkait Peak XV Partners GoTo Investment Holdings juga ikut menggenggam saham GOTO. 

Adapun entitas PT Saham Anak Bangsa mewakili kepemilikan para pendiri (founder), meski porsinya relatif kecil dibanding investor institusi. Kepemilikan individu pendiri turut tercatat, dengan William Tanuwijaya masih menggenggam saham baik secara langsung maupun tidak langsung.

Investor strategis domestik juga ada dan salah satunya adalah anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yaitu PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel. Adapun TLKM merupakan emiten yang berada di bawah naungan Danantara. Kehadiran Telkomsel di daftar pemilik saham GOTO mengkonfirmasi masuknya Danantara.

Meski begitu, seperti disampaikan Koesoemohadiani, Danantara sebagai lembaga juga masuk menjadi pemegang saham meski porsinya belum sampai 1% seperti dilihat dari tabel berikut: 

Daftar Pemegang Saham ≥1% PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk

NoPemegang SahamNegara                 Jumlah Saham       Kepemilikan (%)
1SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd.Singapura91.102.207.1287,65
2Taobao China Holding LimitedHong Kong88.531.124.9937,43
3PT GoTo Gojek Tokopedia TbkIndonesia37.440.078.4033,14
4UBS AG Hong KongHong Kong31.954.740.2642,68
5Tencent Mobility LimitedHong Kong29.599.381.2072,48
6Google Asia Pacific Pte. Ltd.Singapura29.582.021.4662,48
7Peak XV Partners GoTo Investment HoldingsMauritius28.869.001.3492,42
8GoTo Peopleverse FundCayman Islands28.517.873.9542,39
9PT Saham Anak BangsaIndonesia26.888.988.8412,26
10PT Telekomunikasi SelularIndonesia23.722.133.8751,99
11Capret (SG) Pte LtdSingapura23.589.991.9041,98
12PT Astra International TbkIndonesia18.526.287.8681,56
13Peak XV Partners Investments IVMauritius18.218.289.3471,53
14WP Investments VI B.V.Belanda17.382.075.0341,46
15Citibank Hong Kong S/A Bhinneka Holdings (22) LimitedCayman Islands17.045.733.3341,43
16Platinum Orchid B 2018 RSC LimitedUni Emirat Arab15.214.216.1631,28
17PT Provident Capital IndonesiaIndonesia14.844.128.6661,25
18William TanuwijayaIndonesia14.719.458.9731,24
19Morgan Stanley and Co International PlcInggris14.475.724.1481,22
20CGS International Securities Singapore Pte LtdSingapura13.013.956.7431,09

Sumber: Data KSEI per 31 Maret 2026

Danantara Masuk Bertahap

Mengenai kepemilikan saham pemerintah, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan kepemilikan saham di perusahaan aplikator tersebut secara bertahap.  Namun Rosan belum mengungkapkan secara rinci besaran kepemilikan saham Danantara di GoTo saat ini, begitu pula dengan target ke depannya. 

“Kita sudah masuk terus akan kita tingkatkan secara bertahap,” kata Rosan ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, jakarta Pusat, Selasa (5/5).  

Adapun Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut pemerintah melalui Danantara telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojek daring. Dasco mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah membenahi ekosistem industri transportasi berbasis aplikasi termasuk menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator.

Ia menyebut, potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 10 hingga 20 persen akan ditekan menjadi delapan persen melalui kebijakan pemerintah. Kehadiran pemerintah melalui kepemilikan saham di perusahaan aplikator diharapkan dapat memberikan ruang untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada pengemudi.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang menetapkan batas maksimal potongan aplikator sebesar delapan persen bagi pengemudi ojek daring.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu, Nur Hana Putri Nabila