IHSG Rawan Turun, Analis Rekomendasikan Saham PGAS, NCKL, hingga BBTN

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka.
8/5/2026, 06.46 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham akhir pekan ini, Jumat (8/5). Apabila melihat perdagangan Kamis (7/5), IHSG ditutup naik 1,15% ke level 7.174 dan disertai dengan adanya tekanan jual.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG saat ini masih belum menunjukkan arah yang jelas. Berdasarkan analisis teknikalnya, IHSG masih berada dalam fase pergerakan yang rawan naik-turun.

Karena itu, pergerakan indeks diperkirakan masih cukup fluktuatif dalam waktu dekat. Dalam skenario terburuk, IHSG berpotensi melemah dan turun ke kisaran 6.645 hingga 6.838.

“Dan best case IHSG akan menguat untuk menguji 7.212–7,418,” tulis Herditya dalam risetnya, Jumat (8/5). 

 MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.031 dan 6.838. Sementara resistance terdekat berada di 7.240 dan 7.323.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness pada sejumlah saham. Misalnya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) akumulasi beli di rentang Rp 1.800–Rp 1.885 dengan target harga di Rp 1.970–2.070, sementara level stoploss di bawah Rp 1.780.

Kemudian PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.070–Rp 1.090 dengan target harga di Rp 1.120–Rp 1.190, serta stoploss di bawah Rp 1.050.

Sentimen IHSG

Phintraco Sekuritas mencatat, secara sektoral, saham-saham keuangan menjadi penopang utama dengan penguatan terbesar sebesar 2,01%. Sebaliknya, sektor basic materials tertekan paling dalam dengan penurunan 1,62%.

Dari sisi teknikal, histogram MACD terus menyempit dan berpotensi membentuk golden cross, sementara stochastic RSI tetap menguat di area pivot. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang menguji level 7.200 pada perdagangan Jumat (8/5).

“Meskipun demikian perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek menjelang akhir pekan,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Jumat (8/6).

Investor saat ini menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia untuk April 2026, yang diperkirakan turun seiring dengan tren pelemahan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, indeks harga properti pada kuartal pertama 2026 diproyeksikan melambat menjadi 0,5% secara tahunan (YoY), dari sebelumnya tumbuh 0,83% YoY pada kuartal IV-2025.

Sementara itu, penjualan mobil domestik juga masih tertekan. Pada April 2026, penjualan diperkirakan turun 7% YoY, meskipun penurunannya lebih moderat dibandingkan Maret 2026 yang tercatat anjlok 13,8% YoY.

Dari sisi kebijakan fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyetujui pemberian pembebasan pungutan pajak atas transaksi aksi korporasi BUMN yang dilakukan oleh Danantara. 

Insentif ini mencakup berbagai aktivitas seperti merger, likuidasi, hingga divestasi dalam rangka streamlining BUMN. Dengan kebijakan tersebut, setiap pengalihan aset dari BUMN ke entitas baru melalui skema yang ditetapkan Danantara berpotensi mendapatkan fasilitas pembebasan pajak.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yakni PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), serta PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila