TLKM Mulai Konsolidasi Entitas Anak, Merger Lini Bisnis di Bawah Mitratel (MTEL)
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memulai konsolidasi dalam entitas bisnisnya. Yang terbaru perusahaan mengumumkan merger entitas di bawah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) .
Dalam pengumuman terbaru emiten infrastruktur menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, MTEL atau Mitratel, PT Persada Sokka Tama (PST) dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi (UMT), akan melakukan penggabungan usaha atau merger. Persada Sokka Tama, dan Ultra Mandiri Telekomunikasi merupakan lini bisnis di bawah Mitratel.
Sehubungan dengan aksi itu, Mitratel akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham pada 30 Juni 2026 mendatang.
“Penggabungan usaha dilakukan dengan memperhatikan masing-masing perusahaan yang melakukan penggabungan, masyarakat, dan persaingan sehat dalam melakukan usaha, serta ada jaminan tetap terpenuhinya hak pemegang saham dan karyawan,” tulis dalam ringkasan merger itu dalam surat kabar yang diterbitkan pada Jumat (8/5).
Ringkasan rancangan penggabungan usaha tersebut telah disusun bersama oleh direksi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam merger. Aksi korporasi itu juga telah memperoleh persetujuan dari dewan komisaris MTEL, PST, dan UMT pada 6 Mei 2026.
Meski demikian, rencana penggabungan usaha tersebut masih menunggu persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) masing-masing perusahaan dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bila disetujui merger akan efektif berlaku pada 1 Juli 2026.
Danantara Mau Rampingkan Telkom, Pangkas Anak Usaha
Sebelumnya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia akan merampingkan bisnis emiten pelat merah itu. Nantinya jumlah anak usaha emiten telekomunikasi itu nanti tinggal menjadi belasan saja.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, Telkom saat ini memiliki sekitar 66 entitas usaha yang ke depannya akan dirampingkan dan lebih fokus ke bisnis. Menurut dia, Telkom nanti menjadi strategic holding.
“Sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom Itu hanya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan saja, nah nantinya akan semua yang dari bawah akan tergabung ke atas,” kata Dony di Jakarta, Selasa (11/2).
Dia menyebut Telkom hanya akan memiliki empat unit bisnis utama. Pertama, Telkomsel yang berperan sebagai perusahaan telekomunikasi inti. Kedua, Infraco yang berfokus pada bisnis serat optik. Yang ketiga, ada Mitratel yang akan menangani bisnis menara telekomunikasi. Sementara yang keempat adalah unit bisnis pusat data (data center).
Selain itu, Dony menyebut akan dikembangkan lagi satu lini bisnis infrastruktur yang nantinya sebagai penopang operasional bagi keempat unit utama.