IHSG Diramal Turun Imbas Rebalancing MSCI, Analis Jagokan Saham AADI, ISAT, CDIA
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal akan turun pada perdagangan hari ini, Rabu (13/5) karena komposisi rebalancing MSCI yang mendepak sejumlah saham Indonesia. Hari ini pengumuman hasil rebalancing indeks MSCI Mei 2026 dinilai lebih negatif dari ekspektasi pasar karena jumlah saham Indonesia yang dikeluarkan lebih banyak dari perkiraan.
Seiring dengan itu analis merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Indosat Tbk (ISAT) hingga PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG masih akan terkoreksi hari ini dengan ekstensi pelemahan secara harian hingga 6.640-6.650 diperkirakan masih dalam taraf yang wajar sebagai kemungkinan adanya overshoot.
Meski demikian, Ivan melihat adanya skenario alternatif di mana koreksi dapat berlanjut lebih dalam hingga sedikit di bawah level 6.400.
“Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish,” tulis Ivan dalam keterangannya dikutip Rabu (13/5).
Adapun level support IHSG berada di level 6.727, 6.587 dan 6.363 sementara level resistance di level 7.037, 7.268 dan 7.403.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Seiring dengan itu, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan hari ini, di antaranya PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji level 6.700. Dia mengimbau investor untuk mewaspadai koreksi lanjutan karena pengumuman MSCI dan menjelang libur panjang atau long weekend.
Phintraco menilai tekanan terhadap pasar juga datang dari dinamika global. Menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping pada 13–15 Mei di Beijing, delegasi kedua negara telah lebih dulu menggelar pertemuan di Korea Selatan pada Selasa-Rabu untuk membahas isu perdagangan.
Pasar juga mencermati kemungkinan kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Tiongkok pada Senin (18/5), yang dinilai dapat menambah perhatian investor terhadap perkembangan geopolitik kawasan.
Daftar Saham Terdepak dari Indeks MSCI
Pada MSCI Global Standard Indexes, tidak ada saham Indonesia yang masuk. Sebaliknya, enam saham dikeluarkan dari indeks, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Sementara itu, pada MSCI Small Cap Indexes, MSCI menambahkan saham AMRT. Namun, sebanyak 13 saham dikeluarkan, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).
Lalu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT MNC Studios International Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Phintraco menilai komposisi rebalancing tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi pergerakan IHSG.
Lima rekomendasi saham dari Phintraco yang dapat dicermati hari ini antara lain PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).