Danantara Ungkap Strategi Cari Cuan di Bursa, Incar Kenaikan Harga Saham

Katadata/Puja Pratama
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan P Roeslani, memberikan keterangan kepada pers seusai groundbreaking proyek hilirisasi fase 2 di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
19/5/2026, 15.18 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara mengungkapkan strategi mendapatkan keuntungan dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, sumber keuntungan utama investasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), berasal dari kenaikan harga saham dan imbal hasil (yield) dividen.

Gain-nya dari peningkatan harga dan juga dari dividend yield yang selama ini kan sangat-sangat baik,” kata Rosan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5).

Menurut Rosan, Danantara secara konsisten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio investasinya, baik yang ditempatkan di pasar modal domestik maupun investasi lain di luar BEI. Evaluasi tersebut mencakup investasi langsung maupun tidak langsung, baik yang berbasis pasar modal maupun sektor lainnya.

Dia juga mengatakan, Danantara juga terus memantau pergerakan emiten-emiten berkapitalisasi besar yang memiliki frekuensi perdagangan aktif di pasar.

Rosan menekankan bahwa keputusan investasi Danantara tidak didasarkan pada pertimbangan teknikal jangka pendek. Sebaliknya, Danantara lebih menitikberatkan analisis pada fundamental perusahaan.

“Kita melihatnya lebih dari, pada saat masuk, bukan dari segi teknikal, lebih banyak dari segi fundamental. Fundamentalnya kita lihat, jangka panjangnya,” ujar Rosan.

Ia menjelaskan, sejumlah indikator yang menjadi perhatian utama antara lain prospek jangka panjang perusahaan, perbandingan valuasi dengan emiten sejenis, hingga tingkat imbal hasil yang ditawarkan.

Menurut dia, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah saham di pasar domestik memiliki potensi kenaikan yang masih besar.

“Kalau kita hitungkan itu semua bisa dihitung, seperti statistik segala macam. Upside-nya ke depannya sangat-sangat tinggi, baik dari segi pricing-nya, maupun dari segi yield-nya,” katanya.

Rosan menilai pendekatan berbasis fundamental tersebut sejalan dengan strategi investasi jangka panjang Danantara, yang tidak berorientasi pada volatilitas pasar harian melainkan pada penciptaan nilai berkelanjutan.

Daftar Saham Dekapan Danantara di BEI

Danantara berinvestasi di BEI lewat anak usahanya PT Danantara Asset Management (DAM). Saat ini, Danantara tercatat menempatkan dana ke sembilan saham pelat merah. 

Danantara Asset Management tercatat menguasai kepemilikan mayoritas di sejumlah emiten BUMN lintas sektor. Saham tersebar di sektor perbankan, telekomunikasi, hingga konstruksi dan infrastruktur.

Di sektor perbankan, Danantara menggenggam 51,48% saham di PT Bank Mandiri Tbk  (BMRI) atau setara dengan 48,04 miliar saham.

SWF nasional itu juga menggenggam kepemilikan terbesar di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dengan porsi 91,11% atau sekitar 370,90 miliar saham. Pada sektor infrastruktur jalan tol, Danantara menguasai 69,30% saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) atau sekitar 5,02 miliar saham.

Di sektor industri baja, kepemilikan Dannatara di PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) tercatat mencapai 80% atau sekitar 15,47 miliar saham.

Lalu pada sektor konstruksi, Danantara juga memegang saham mayoritas di PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebanyak 90,11% atau 35,92 miliar saham. Lalu 51% di PT PP Tbk (PTPP) atau 3,16 miliar saham dan 74,60% di PT Waskita Karya Tbk (WSKT) atau 21,48 miliar.  

Selain itu, Danantara menggenggam 50,69% saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)  sebanyak 3,42 miliar saham. Di sektor telekomunikasi, Danantara menggenggam 51,57% PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) atau sekitar 51,08 miliar saham.

Baru-baru ini Danantara mengumumkan menanamkan investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Namun jumlah investasinya tidak besar, kurang dari 1%. Danantara juga mengatakan akan menambah nilai investasinya secara bertahap di saham raksasa teknologi itu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri