Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) naik pada perdagangan Rabu (20/5) seiring turunnya harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor optimistis konflik di Timur Tengah dapat segera mereda dan menanti rilis laporan keuangan kuartal pertama Nvidia.
Dow Jones Industrial Average naik 645,47 poin atau 1,31% dan ditutup di level 50.009,35. Indeks S&P 500 menguat 1,08% menjadi 7.432,97 dan Nasdaq Composite naik 1,54% ke level 26.270,36.
Kenaikan itu seiring turunnya harga minyak dunia setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan sudah memasuki “tahap akhir” negosiasi dengan Iran.. Harga kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 5,66% menjadi US$ 98,26 per barel dan minyak mentah Brent melemah 5,63% ke level US$105,02 per barel.
Penurunan harga minyak turut menekan imbal hasil obligasi Treasury AS. Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun turun lebih dari 9 basis poin, sedangkan tenor 30 tahun melemah lebih dari 6 basis poin. Satu basis poin setara dengan 0,01%.
Dalam beberapa hari terakhir, pasar obligasi sempat memicu kekhawatiran investor setelah imbal hasil Treasury tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2007 dan tenor 10 tahun mendekati posisi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran inflasi akan naik akibat lonjakan harga energi.
Investor juga mencermati arah kebijakan suku bunga dari bank sentral AS Federal Reserve, yang bisa menekan pasar apabila inflasi terus meningkat. Kenaikan suku bunga dikhawatirkan dapat menambah tekanan terhadap ekonomi yang sudah dibebani biaya energi tinggi.
Risalah rapat terbaru The Fed menunjukkan sebagian besar pejabat menilai pengetatan kebijakan moneter kemungkinan masih diperlukan apabila konflik di Timur Tengah terus memperburuk inflasi. Dalam risalah itu disebutkan bahwa sebagian besar peserta menyoroti pengetatan kebijakan lebih lanjut kemungkinan tepat jika inflasi terus bertahan di atas 2%.
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada laporan keuangan Nvidia yang dirilis setelah penutupan perdagangan. Laporan ini menjadi indikator penting bagi perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) dan permintaan cip global. Saham Nvidia bahkan naik lebih dari 1% menjelang rilis laporan.
Chief Investment Officer Main Street Research, James Demmert, mengatakan Nvidia merupakan saham AI paling penting di pasar saat ini. Menurut dia, reli pasar saham dalam beberapa tahun terakhir sangat ditopang oleh perkembangan AI, sehingga laporan keuangan Nvidia menjadi penentu sentimen pasar.
Harga saham Nvidia pun melonjak hampir 20% sejak awal tahun. Meski valuasinya kerap dipertanyakan setelah melesat lebih dari 1.400% dalam lima tahun terakhir, Demmert menilai ekspektasi pasar terhadap laporan keuangan kali ini masih relatif terkendali.
“Hal-hal yang menjadi sorotan dalam laporan pendapatan Nvidia adalah tanda-tanda kompresi margin akibat kenaikan harga memori, dan bagaimana perusahaan ini menangani penjualan di Tiongkok,” ujar Demmert, Rabu (21/5).