RUPST Vale (INCO) Putuskan Bagi Dividen Jumbo Rp 816 Miliar dan Ganti Manajemen

Antara Foto/Nova Wahyudi
Suasana pertambangan nikel dengan latar belakang smelter milik PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Penulis: Karunia Putri
2/6/2026, 15.14 WIB

Emiten tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memutuskan membagikan dividen jumbo US$ 45,63 juta atau setara Rp 816,14 miliar (dengan kurs Rp 17.883 per dolar AS) untuk tahun buku 2025. Nilai itu setara dengan rasio 60% dari laba bersih perseroan sebesar US$ 76,06 juta atau Rp 1,26 triliun. 

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (2/6). Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan pembagian dividen mencerminkan optimisme perusahaan terhadap prospek jangka panjang industri nikel Indonesia di tengah transisi energi global.

“Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL kami mencerminkan keyakinan kami terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global,” kata Bernardus dikutip dari keterangan resmi, Selasa (2/6).

Sementara itu, sisa laba bersih akan dibukukan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan. Dividen tunai dijadwalkan dibayarkan pada 26 Juni 2026. 

Nilai dividen tunai kali ini menjadi dividen terbesar yang diberikan INCO kepada para pemegang sahamnya. Apabila melihat historinya, INCO membayarkan dividen untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 53,4 per saham atau setara dengan US$ 34,65 juta. 

Lebij jauh, pada tahun buku 2022, INCO membayarkan dividen sebesar Rp 89,6 per saham. Pada tahun itu, INCO membayarkan dividen senilai US$ 60,12 juta. Pada tahun buku 2023, INCO memutuskan untuk tidak membagikan dividen.

INCO mencatatkan laba tahun buku 2025 yang meningkat 31,69% year on year (yoy) dari periode yang sama sebelumnya sebesar US$ 57,76 juta atau sekitar Rp 963 miliar. Berdasarkan laporan keuangannya, Vale membukukan pendapatan sebesar US$ 990,19 juta atau sekitar Rp 16,51 triliun sepanjang 2025. Angka itu meningkat 4% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang sebesar US$ 950,38 juta atau sekitar Rp 15,84 triliun.

Capaian pendapatan perusahaan ditopang dari kenaikan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku sejak Juli tahun lalu dan volume pengiriman yang lebih tinggi. Secara triwulanan, Vale membukukan pendapatan sebesar US$ 284,8 juta atau naik 2% dibandingkan kuartal sebelumnya, didorong oleh pemulihan harga nikel secara moderat.

Sepanjang 2025, Vale mencatat harga realisasi rata-rata nikel matte sebesar US$12.157 per ton, turun 7% dibandingkan US$13.086 per ton pada tahun sebelumnya.

Adapun produksi nikel dalam matte Vale Indonesia mencapai 72.027 metrik ton (t). Realisasi tersebut meningkat dibandingkan produksi 2024 sebesar 71.311 t. Secara triwulanan, perusahaan memproduksi 17.052 t nikel matte pada kuartal IV 2025. Angka ini turun sekitar 12% dibandingkan kuartal III 2025 yang mencapai 19.391 t. 

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan kembali Furnace 3 yang dimulai pada November dan ditargetkan rampung pada Mei 2026. Meski begitu, apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni kuartal IV 2024 dengan produksi 18.528 t, capaian pada kuartal IV 2025 juga sedikit lebih rendah. 

Tak hanya itu, dalam rapat itu pemegang saham juga menerima pengunduran diri Emily Olson dari jabatan Wakil Presiden Komisaris dan Christopher McCleave dari posisi Komisaris.

Sebagai penggantinya, pemegang saham menyetujui pengangkatan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris.

Perseroan menyatakan perubahan susunan pengurus tersebut dilakukan untuk memperkuat kepemimpinan yang adaptif dan mendukung keberlanjutan transformasi bisnis serta pengembangan proyek-proyek strategis perusahaan.

Berikut susunan lengkap Direksi dan Dewan Komisaris INCO terbaru:

Direksi:  

  • Presiden Direktur dan Chief Executive Officer: Bernardus Irmanto 
  • Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer: Abu Ashar 
  • Direktur dan Chief Human Capital Officer: Heriyanto Agung Putra 
  • Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer: Budiawansyah 
  • Direktur dan Chief Financial Officer: Rizky Andhika Putra 
  • Direktur dan Chief Project Office: Muhammad Asril 
  • Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer: Slamet Sugiharto  

Dewan Komisaris:  

  • Presiden Komisaris: F.S. Multhazar 
  • Wakil Presiden Komisaris: Kristina Gauthier 
  • Komisaris: Patricia Renee Pegues 
  • Komisaris: Adam MacMillan 
  • Komisaris: M. Jasman Panjaitan 
  • Komisaris: Katherina Anggela Oendun 
  • Komisaris: Shiro Imai 
  • Komisaris Independen: Rudiantara 
  • Komisaris Independen: Retno Marsudi 
  • Komisaris Independen: Marita Alisjahbana
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri