IHSG Diprediksi Kembali Turun, Analis Rekomendasi Saham INCO, INKP hingga PGEO
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (9/7). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP) hingga PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju level 5.739 jika menembus di bawah level 5.871. Adapun koreksi IHSG pada perdagangan sebelumnya, Rabu (8/7) terjadi usai menguat selama 5 hari berturut-turut.
Menurut Ivan, koreksi ini terjadi setelah IHSG mencapai level 5.985 sebagai target terdekat yang disampaikan sebelumnya.
“Indikator MACD menunjukkan sinyal bullish,” kata Ivan dalam keterangan dikutip Kamis (9/7).
Adapun level support IHSG berada di level 5.871, 5.739, 5.607 dan 5.472, sementara level resistance di level 6.083, 6.256, 6.545 dan 6.835.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga ke Rp 4.790, PT Indah Kiat Pulp Paper Tbk (INKP) dengan target harga ke Rp 7.800, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harge ke level 750 dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan target harga ke Rp 2.610.
Senada, Phintraco Sekuritas pun memprediksi IHSG akan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini. Phintraco mengatakan, IHSG akan menguji support di kisaran 5.800-5.745.
Broker ini merekomendasikan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
