IHSG Ambruk 4%, Jebol Lagi ke Level 5.000-an di Tengah Pelemahan Rupiah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tersungkur setelah dua hari berturut-turut mencatatkan reli kenaikan. Indeks anjlok 3,87% atau berkurang 252,73 poin ke level 5.942,70 perdagangan hari ini pukul 11.09 WIB.
Pelemahan IHSG disebabkan ambruknya saham-saham bank jumbo dan saham industri emas. Di sektor perbankan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3% ke Rp 5.650; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merosot 1,97% ke Rp 2.980; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 1,20% ke Rp 4.120.
Kemudian, di sektor industri dasar, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ambruk 7,43% ke Rp 2.740; PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terjun 6,03% ke Rp 545, dan; PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melorot 9,09% ke Rp 2.400.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi perdagangan sepanjang hari ini mencapai 17,42 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,25 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.507 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 10,24 triliun. Sebanyak 70 saham menguat, 628 saham terkoreksi dan 113 saham tidak bergerak.
Sementara itu, nilai tukar rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pergerakan yang cenderung stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/6). Dilansir dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.863 per dolar AS, bergerak naik tipis dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Meskipun begitu, pada pukul 09.10 mata uang nasional itu justru kembali melemah, berada di level Rp 17.905 pada pukul 10.38 WIB. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.839 per dolar Amerika Serikat melemah 0,19% atau 34 poin dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.805 per dolar AS.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih bergerak dalam fase wave [v] dari wave A pada wave (2) berdasarkan skenario Elliott Wave. Dalam jangka pendek, ia menilai indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji area 6.362 hingga 6.484.
“Dengan area koreksi terdekat berada di 5,899-6,080,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (3/6).
MNC Sekuritas menetapkan batas support di 5.996–5.889 dan resistance IHSG di 6.318–6.459.