Jelang IPO di Hong Kong, Saham EMAS Tarik Minat Investor Raksasa Global

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) anak usaha MDKA
Ilustrasi kegiatan penambangan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di Tambang Emas Pani, Gorontalo.
17/6/2026, 11.41 WIB

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memperoleh dukungan dari sejumlah raksasa investor global untuk rencana pencatatan sahamnya atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). 

Dukungan tersebut mencerminkan optimisme investor internasional terhadap prospek jangka panjang Tambang Emas Pani di Gorontalo. Rencana IPO Merdeka Gold Resources di Bursa Hong Kong didukung oleh sejumlah lembaga keuangan, dengan UBS dan CITIC Securities ditunjuk sebagai sponsor utama dalam transaksi tersebut.

Morgan Stanley, HSBC, China International Capital Corporation, dan Macquarie Group berperan sebagai joint overall coordinators, joint global coordinators, sekaligus joint bookrunners.

Perseroan juga menggandeng sejumlah institusi keuangan internasional lainnya, termasuk DBS Bank, Mizuho Financial Group, OCBC Bank, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, serta Crédit Agricole yang bertindak sebagai joint bookrunners dan lead managers dalam proses penawaran saham tersebut.

Tak hanya itu, dalam penawaran IPO, EMAS mendapatkan komitmen dari sejumlah investor utama atau cornerstone investors yang terdiri dari pelaku industri strategis dan investor keuangan global. 

Dari kelompok industri, investor yang berpartisipasi antara lain Wanguo Gold Group, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology), Mercuria Holdings (Singapore), Trafigura, Glencore International, hingga Intera Mining Investment yang merupakan anak usaha milik penuh JCHX Mining Management.

Sementara itu, dari kalangan investor keuangan, Ping An of China Asset Management (Hong Kong), GF Fund Management, Eurus Holdings SPC yang berafiliasi dengan ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC juga masuk ke dalam jajaran investor. 

Adapun EMAS dijadwalkan memulai proses bookbuilding kepada investor institusi internasional pada hari ini, Rabu (17/6) hingga Selasa (23/6) pekan depan. Menjelang dimulainya masa pemasaran, sejumlah cornerstone investor berkomitmen menyerap 49,9% dari jumlah saham yang ditawarkan atau mencapai batas maksimum yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan pencatatan di HKEX.

Penawaran global itu setara dengan sekitar 7% dari modal ditempatkan EMAS setelah memperhitungkan pelaksanaan opsi greenshoe. Seluruh saham yang dilepas dalam transaksi tersebut merupakan saham sekunder milik pemegang saham minoritas.

Adapun PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai pemegang saham pengendali tidak akan melepas sahamnya dalam transaksi tersebut dan tetap mempertahankan seluruh kepemilikannya di anak usaha.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P Abidin mengatakan, dukungan dari investor global merupakan pengakuan terhadap kualitas aset, kemampuan eksekusi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan.  

“Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi perusahaan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki," ujar Boyke dalam keterangannya, Rabu (17/6).

Sumber Daya Tambang Emas Pani

Tambang Emas Pani menjadi aset emas berskala global yang saat ini memasuki fase pertumbuhan produksi. Sejak mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025, perseroan telah mencapai sejumlah tonggak penting, termasuk first gold pour di Tambang Emas Pani pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026.

Hingga 31 Desember 2025, Tambang Emas Pani memiliki sumber daya mineral sebesar 7,0 juta ounce emas dan cadangan bijih sebesar 5,2 juta ounce emas.

Sumber daya mineral tersebut saat ini berasal dari area seluas sekitar 135 hektare di sekitar pit utama Pani, jauh lebih kecil dibandingkan total wilayah konsesi perseroan yang mencapai 14.670 hektare. 

Hasil pengeboran terbaru di Prospek Kolokoa, yang berlokasi sekitar 1 km dari pit utama Pani, menambah sekitar 445 ribu ounce emas ke dalam estimasi sumber daya mineral setelah dilakukan selama enam bulan. Dengan tambahan tersebut, total estimasi sumber daya mineral Tambang Emas Pani meningkat menjadi 7,4 juta ounce emas.

Perseroan juga telah memulai pengeboran yang lebih dalam di bawah desain pit utama Pani saat ini dan berencana memulai pengeboran di area Lone Pine yang berada di sebelah utara pit utama pada semester kedua 2026. Kegiatan eksplorasi itu diharapkan dapat mendukung pertumbuhan sumber daya mineral dalam jangka panjang.

Melalui strategi pengembangan bertahap, kapasitas pengolahan Tambang Emas Pani diproyeksikan meningkat menjadi 22 juta ton per tahun pada 2028. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendorong produksi emas tahunan hingga sekitar 545 ribu ounce pada puncaknya.

Tambang Emas Pani juga diperkirakan memiliki profil biaya yang kompetitif dengan estimasi life-of-mine all-in sustaining cost (AISC) sebelum royalti pemerintah sebesar US$ 794 per ounce.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila