RUPST Grup Merdeka: MDKA Tebar Dividen Rp 300 Miliar, MBMA Rombak Direksi
Dua emiten Grup Merdeka yaitu PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) telah menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Hasilnya, MDKA memutuskan membagikan dividen tunai Rp 300 miliar kepada pemegang saham, sedangkan MBMA merombak jajaran direksi.
Pemegang saham MDKA menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 300 miliar yang berasal dari sebagian saldo laba ditahan. Presiden Direktur MDKA Albert Saputro mengatakan, keputusan tersebut mencerminkan keyakinan perseroan terhadap prospek usaha sekaligus komitmen memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham.
"Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham," kata Albert dalam keterangan resmi, Rabu (24/6).
Dia menuturkan, memasuki 2026, perseroan mencatat peningkatan kinerja operasional, perbaikan disiplin biaya serta kemajuan pada sejumlah proyek strategis di bisnis emas dan nikel.
Pada bisnis emas, anak usaha MDKA yakni PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) telah melakukan penuangan emas perdana pada Februari 2026 dan penjualan perdana pada Maret 2026. Selama kuartal pertama 2026, EMAS memproduksi 1.818 ons emas dan membukukan penjualan awal sebanyak 516 ons sebagai langkah menuju target produksi tahunan sebesar 100 ribu hingga 115 ribu ons.
Di bisnis nikel, produksi bijih saprolit di Tambang Konawe meningkat 72% secara tahunan, sedangkan produksi limonit melonjak 195%. Pembangunan fasilitas HPAL SLNC telah mencapai 95%, sementara pabrik AIM menghasilkan 120.911 ton asam sulfat pada tahap commissioning.
Perseroan juga membukukan perbaikan profitabilitas. Cash cost Tambang Emas Tujuh Bukit turun menjadi US$ 685 per ons, sedangkan margin meningkat menjadi US$ 4.156 per ons berkat tingginya harga emas. Pada bisnis nikel, margin nickel pig Iron (NPI) naik menjadi US$ 3.982 per ton seiring peningkatan efisiensi operasional.
RUPST juga menyetujui perubahan susunan direksi MDKA dengan mengangkat Mirdal Vismara Timoer, Mohammad Fitriyansyah, dan MP Riyadi Effendy sebagai direktur baru. Ketiganya diharapkan memperkuat fungsi keuangan, operasional, manajemen proyek, business improvement dan tata kelola perusahaan.
Di saat yang sama, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Jason Laurence, David Thomas Fowler, dan Chrisanthus Supriyo dari jajaran direksi.
Selain itu, pemegang saham memberikan persetujuan kepada MDKA untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) IV sebanyak-banyaknya 2,45 miliar saham atau setara maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Perseroan menegaskan persetujuan tersebut hanya memberikan fleksibilitas tambahan dalam pengelolaan permodalan apabila dibutuhkan di masa mendatang dan bukan berarti saham baru akan langsung diterbitkan.
Dengan pengangkatan tersebut, susunan Direksi dan Dewan Komisaris MDKA adalah sebagai berikut:
Komisaris
- Presiden Komisaris: Edwin Soeryadjaya
- Komisaris Independen: Budi Bowoleksono
- Komisaris: Tang Honghui
- Komisaris Independen: Muhamad Munir
- Komisaris: Yoke Candra
- Komisaris: Andrew Phillip Starkey
Direktur
- Presiden Direktur: Albert Saputro
- Direktur: Hardi Wijaya Liong
- Direktur: Gavin Arnold Caudle
- Direktur: Titien Supeno
- Direktur: Mirdal Vismara Timoer
- Direktur: Mohammad Fitriyansyah
- Direktur: MP Riyadi Effendy
Sementara itu, RUPST MBMA menyetujui perubahan jajaran direksi di tengah upaya perseroan memperkuat bisnis hilirisasi nikel. Sepanjang 2025, MBMA membukukan pendapatan sebesar US$ 1,43 miliar dengan EBITDA mencapai US$ 219 juta. Kinerja tersebut didorong peningkatan volume produksi nikel, kontribusi yang semakin besar dari bisnis hilir serta disiplin biaya di seluruh rantai nilai.
Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) menjadi kontributor utama dengan produksi 7 juta wet metric tonnes (wmt) bijih saprolit dan 14,7 juta wmt bijih limonit sepanjang 2025. Dari sisi hilir, MBMA memproduksi 73.871 ton nickel pig iron (NPI), 19.998 ton high grade nickel matte (HGNM), serta 25.994 ton mixed hydroxide precipitate (MHP).
Presiden Direktur MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo mengatakan, keputusan RUPST mendukung fase pertumbuhan berikutnya seiring peningkatan kapasitas produksi dan penguatan integrasi bisnis.
"Kami akan terus mempercepat pengembangan ekosistem hilir terintegrasi untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang Perseroan," ujar Teddy.
Memasuki 2026, MBMA menargetkan produksi bijih saprolit sebesar 8 juta hingga 10 juta wmt dan produksi limonit sebesar 20 juta hingga 25 juta wmt. Perseroan juga menargetkan produksi NPI sebesar 70 ribu hingga 80 ribu ton serta HGNM sebesar 44 ribu hingga 48 ribu ton.
Untuk mendukung target tersebut, MBMA telah mengoperasikan Feed Preparation Plant (FPP) yang mengalirkan slurry limonit dari Tambang SCM ke fasilitas HPAL milik PT ESG New Energy Material.
Sementara itu, proyek HPAL SLNC berkapasitas 90 ribu ton nikel per tahun ditargetkan memulai commissioning lini pertama pada semester kedua 2026.
Dalam rapat yang sama, pemegang saham mengangkat James Nicholas sebagai direktur sekaligus chief financial officer (CFO) dan Ashutosh Srivastava Fausimm sebagai direktur operasional. RUPST juga menyetujui pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari jabatan direktur.
Perseroan menyatakan akan terus berfokus pada efisiensi operasional, disiplin alokasi modal, serta pengembangan ekosistem bahan baku baterai terintegrasi guna memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global.
Dengan pengangkatan tersebut, susunan Direksi dan Dewan Komisaris MBMA adalah sebagai berikut:
- Presiden Komisaris: Winato Kartono
- Komisaris: Michael WP Soeryadjaya
- Komisaris Independen: Didi Achjari
- Presiden Direktur: Teddy Nuryanto Oetomo
- Direktur: Titien Supeno
- Direktur: James Nicholas
- Direktur: Ashutosh Srivastava Fausimm