IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Saham ADRO, ANTM hingga UNVR Jadi Rekomendasi

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026). I
25/6/2026, 06.23 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal turun pada perdagangan hari ini. Analis merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hingga PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG akan meneruskan tren pelemahan dan akan semakin dekat dengan dua support Fibonacci yakni 5.847 dan 5.722. 

Tak hanya itu, Ivan menjelaskan ada potensi untuk segera rebound apabila IHSG tidak menembus di bawah 5.722. Sebaliknya, tekanan dapat berlanjut menuju 5.472 jika level 5.722 ditembus.

“Indikator MACD menunjukkan sinyal netral,” kata Ivan dalam keterangan dikutip Kamis (25/6).  Adapun level support IHSG berada di level 5.847, 5.722, 5.472 dan 5.314, sementara level resistance di level 6.121, 6.294, 6.545, 6.835.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hingga PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sementara itu, Phintraco Sekuritas mengatakan, secara teknikal IHSG breakdown level psikologis 6.000 diiringi dengan histogram positif MACD yang menipis serta indikator stochastic RSI yang mengalami Death Cross di overbought area. 

Sehingga, IHSG berpeluang menguji level 5.750. Namun koreksi harga minyak berpotensi menjadi faktor positif karena mengurangi tekanan pada defisit APBN. 

Selain itu, PT Pos Indonesia akan melakukan konsolidasi sejumlah perusahaan BUMN logistik melalui penggabungan ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI). 

Sebanyak sembilan perusahaan BUMN sektor logistik akan bergabung dalam konsolidasi tersebut yang ditargetkan berlangsung mulai 1 Juli 2026. Langkah konsolidasi ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan BUMN logistik guna menciptakan efisiensi dan memperbesar skala bisnis. 

PT MTI merupakan anak usaha PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) yang berada di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Dalam tahap II konsolidasi, kepemilikan saham MTI akan dialihkan sepenuhnya kepada PT Pos Indonesia (Persero). 

Di sisi lain, peringkat daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026 turun signifikan dari posisi 40 menjadi 48. 

Menanggapi penurunan tersebut, Pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk melalui tim debottlenecking untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang memengaruhi iklim investasi dan daya saing nasional. 

Jika kendala tersebut tidak segera diperbaiki dan daya saing Indonesia tidak meningkat, maka berpotensi akan berpengaruh terhadap iklim investasi dan perdagangan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT BRI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri