Di Balik Rencana IPO RANS, JECX hingga JELI Ada Pos Bayar Utang Jatuh Tempo

vecteezy.com/ecaterina tolicova
Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI)
25/6/2026, 14.52 WIB

Gelombang penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ramai mewarnai pasar modal Indonesia pada semester pertama 2026. Namun di balik euforia perusahaan berburu dana dari investor publik, seluruh calon emiten justru menjadikan dana IPO sebagai amunisi untuk membayar utang jatuh tempo.

Calon emiten yang saat ini mengantre di e-IPO di antaranya PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), hingga PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS). 

Berdasarkan prospektus perusahaan, emiten yang mau IPO dan duitnya buat dipake mayoritas buat bayar utang yakni PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). Usai dapat dana segar dari IPO, JECX akan mengalokasikan Rp 40 miliar untuk melakukan pelunasan lebih awal atas sebagian pokok pinjaman kepada Bank Central Asia (BCA).

Selain itu, sebesar Rp 100 miliar akan digunakan untuk mempercepat pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.

Perseroan juga akan menyalurkan pinjaman senilai Rp 100 miliar kepada Orbita, entitas anak yang dikendalikan perseroan. Dana tersebut selanjutnya akan digunakan Orbita untuk membayar sebagian pokok utangnya kepada BCA.

Kemudian dana sebesar Rp 35 miliar akan dipinjamkan kepada JCS, perusahaan terkendali perseroan, yang akan memanfaatkan dana tersebut untuk melunasi sebagian pokok pinjamannya kepada BCA.

Berikut rencana bayar utang sejumlah calon emiten dari hasil IPO:

No.Calon EmitenKode TickerHarga IPOPerkiraan Incar DanaRencana Bayar Utang
1PT Niramas Utama TbkJELIRp 900–1.120 per sahamRp 392 miliar
Sekitar 10,63% dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian utang pokok fasilitas KMK 1 dan KMK 2 kepada Bank Mandiri, per 31 Maret 2026 memiliki saldo pokok sebesar Rp94 miliar.
2PT Prodia Diagnostic Line TbkPRDLRp 100–120 per sahamRp 62,74 miliarSebanyak Rp35,66 miliar dari dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Panin Bank.
3PT Esa Medika Mandiri TbkEMMIRp 446–515 per sahamRp 269,27 miliarSebanyak Rp 50 miliar untuk membayar sebagian pokok pinjaman kepada Bank Ina Perdana. Pinjaman yang berasal dari fasilitas kredit modal kerja dan kredit investasi tersebut dikenakan bunga efektif 10,5% per tahun, dan jatuh tempo pada Februari 2027.
4PT Nitrasanata Dharma TbkJECXRp 1.200–1.400 per sahamRp 683,17 miliar
  • Rp 40 miliar akan digunakan untuk pembayaran lebih awal atas sebagian pokok pinjaman Perseroan kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
  • Rp 100 miliar akan dialokasikan untuk pembayaran lebih awal sebagian pokok pinjaman Perseroan kepada PT Bank HSBC Indonesia.
  • Rp 100 miliar akan disalurkan sebagai pinjaman kepada Orbita, entitas anak Perseroan, yang selanjutnya akan menggunakan dana tersebut untuk membayar sebagian pokok utangnya kepada BCA.
  • Rp 35 miliar akan diberikan sebagai pinjaman kepada JCS, perusahaan terkendali Perseroan, yang akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok pinjamannya kepada BCA.
5PT Bach Multi Global TbkBACHRp 400–500 per sahamRp 307,50 miliarSekitar Rp 91,02 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk yang berasal dari fasilitas pinjaman jangka pendek Omnibus Revolving Loan. Fasilitas tersebut ditarik secara bertahap pada periode Januari hingga Maret 2026 dan dikenakan bunga sebesar 6,3%.
6PT Rans Entertainmen Indonesia TbkRANSRp 135–170 per sahamRp 429,25 miliarSekitar Rp 29,95 miliar atau sekitar 6,98% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk melakukan pelunasan dipercepat atas seluruh pokok utang Perseroan kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Pinjaman tersebut dikenakan bunga sebesar 8% per tahun.

Sumber: Prospektus masing-masing perusahaan, diolah penulis Katadata.

Menariknya, dari sejumlah emiten yang mengantre IPO, ada perusahaan milik artis Raffi Ahmad dan Nagia Slavina, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS).  Berdasarkan prospektusnya, RANS berencana menawarkan 2,25 miliar saham atau atau setara 20,02% dari modal ditempatkan.

Saham yang ditawarkan di kisaran harga Rp 135–Rp 170 per saham dengan etimasi market cap RANS berada di atas Rp 1 triliun. Apabila seluruh saham terserap, RANS berpotensi mengantongi dana segar hingga Rp 429,25 miliar. Perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Namun, RANS berencana menggunakan dana IPO untuk berbagai kebutuhan strategis perusahaan. Sebagian dana, yakni sekitar 6,98% akan digunakan untuk pelunasan dipercepat pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). 

Selain itu, sekitar 18,64% dialokasikan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan edukasi Cipungland yang menjadi salah satu proyek pengembangan bisnis. Porsi terbesar lainnya, yakni sekitar 37,61%, akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia. 

Di sisi lain, sekitar 8,15% dana IPO akan dipakai untuk mendirikan perusahaan patungan bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Sekitar 19,80% dialokasikan untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina). Adapun sisa dana yang ada akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada entitas anak RANS demi mendukung pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan bisnis perusahaan.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila