IHSG Sesi I Terjun 1,62% seusai Pengumuman MSCI, Net Sell Hampir Rp 1 Triliun
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berbalik turun hingga merosot 1,62% ke level 6.002 pada penutupan sesi pertama hari ini, Rabu (24/6). Secara intraday, IHSG siang ini bahkan sempat terjun ke level 5.900-an menyusul pengumuman MSCI yang menunda rebalancing status pasar RI.
Berdasarkan pengumuman tersebut, Indonesia masih berada di jajaran emerging markets bersama Cina, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand. MSCI juga memberikan apresiasi atas reformasi pasar modal yang dilakukan oleh self-regulatory organization (SRO) di Indonesia.
Volume yang diperdagangkan sepanjang sesi I hari ini tercatat 12,23 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 6,73 triliun. Sebanyak 201 emiten naik, 426 terkoreksi, dan 178 perusahaan tidak bergerak. Kapitalisasi pasar IHSG kini sebesar Rp 10.547 triliun.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih dengan total net foreign sell sebesar Rp 976,66 miliar. Secara terperinci, hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama hari ini, foreign buy tercatat Rp 1,59 triliun dan foreign sell sebesar Rp 2,57 triliun.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) paling tinggi dijual asing Rp 172,08 miliar. Lalu diikuti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 155,53 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 71,68 miliar.
Di samping itu, dari sebelas sektor yang ada di BEI, sepuluh sektor tersungkur ke zona merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni bahan baku yang turun 3,45%. Salah satu saham sektor ini yang berada di zona merah yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merosot 10,16% ke Rp 575.
Bursa saham Asia mayoritas juga didominasi berada di zona merah. Indeks Nikkei turun 0,67%, Shanghai Composite terkoreksi 0,04%, dan Hang Seng tergelincir 0,02%. Sebaliknya, Straits Times naik 0,17%.
Saham top gainers:
- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 12,12% ke Rp 222.
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) naik 6,80% ke Rp 785.
- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) naik 6,19% ke Rp 103.
Saham top losers:
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 10,16% ke Rp 575.
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) turun 9,26% ke Rp 1.225.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 5,39% ke Rp 158.
Sentimen IHSG
Indonesia masih terancam turun kelas dari pasar berkembang (emerging market) ke pasar perintins (frontier market). Hal itu merujuk pada hasil tinjauan terbaru lembaga penyedia indeks global MSCI, yakni MSCI 2026 Market Classification Review, yang diumumkan pada Rabu (24/6) WIB.
Dalam laporannya itu, MSCI menyatakan masih menyoroti isu transparansi kepemilikan saham (shareholer transparency) dan dugaan perdagangan yang terkoordinasi di pasar saham Indonesia.
Hasil review klasifikasi pasar MSCI pada Juni 2026 masih mempertahankan Indonesia di emerging market. Namun lembaga itu menyatakan, apabila hingga MSCI Index Review November 2026 tidak terlihat kemajuan yang memadai, mereka akan mempertimbangkan berbagai opsi terkait perlakuan terhadap pasar Indonesia.
“Salah satu opsi tersebut adalah membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market,” seperti yang tertulis dalam hasil review MSCI 2026 Market Classification Review dikutip Rabu (24/6).
MSCI menjelaskan, investor institusi internasional selama ini kerap menyampaikan kekhawatiran terkait minimnya transparansi struktur kepemilikan saham serta dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi di pasar saham Indonesia.
Menurut MSCI, kedua persoalan tersebut membatasi kemampuan investor untuk menilai jumlah saham beredar di publik (free float) yang sebenarnya, sekaligus mengurangi keandalan harga pasar sebagai acuan dalam penyusunan portofolio maupun replikasi indeks.
Isu tersebut juga berkaitan langsung dengan aspek information flow dan market infrastructure dalam kerangka MSCI Market Accessibility. MSCI menyebut pelaku pasar menilai persoalan tersebut telah memengaruhi tingkat kelayakan investasi (investability) di pasar modal Indonesia.
