IHSG Berpeluang Gerak Positif, Saham BRPT, ICBP hingga DEWA Dijagokan Analis

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/5/2026).
26/6/2026, 06.10 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal naik pada perdagangan hari ini. Sejalan dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) hingga PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpeluang naik karena tercatat berada di Fibonacci Retracement 61,8% dari penurunan terakhir yang dimulai dari level 6.171 dan berakhir di level 5.864.

Peluang untuk menguji fraktal 6.171 terbuka jika IHSG mampu naik di atas 6.053. Sebaliknya, tren turun bisa berlanjut jika IHSG tetap di bawah 6.053. 

“Indikator MACD menunjukkan sinyal bullish,” kata Ivan dalam keterangan dikutip Jumat (26/6). 

Adapun level support IHSG berada di level 5.847, 5.722, 5.472 dan 5.314, sementara level resistance di level 6.121, 6.294, 6.545, 6.835 dan 7.207.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

MACD adalah alat analis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.

Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.850-6.100 di perdagangan Jumat (26/6). Mereka juga menjelaskan alasan membuat perkiraan tersebut.

Phintraco mengatakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah di bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) masing-masing sebesar 25 bps (25/6). Kebijakan ini berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026. 

Dengan keputusan tersebut, TBP simpanan Rupiah di bank umum naik menjadi 3,75% dari sebelumnya 3,50%. Sementara TBP simpanan Rupiah di BPR meningkat menjadi 6,25% dari sebelumnya 6%. Adapun TBP simpanan valuta asing di bank umum tetap dipertahankan sebesar 2%. 

Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus menjaga kredibilitas tingkat bunga penjaminan sebagai acuan suku bunga simpanan yang wajar di perbankan. 

Selain itu Kementerian Keuangan memastikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya ditempatkan di bank BUMN mulai dikembalikan kepada Pemerintah secara bertahap. Sebelumnya, Kementerian Keuangan menempatkan dana SAL sebesar Rp 200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan sejak September 2025. 

Terdapat lima bank nasional yang dikucurkan dana tersebut untuk mendukung likuiditas yakni BMRI, BBNI, BBRI, BBTN dan BRIS. Kemudian penempatan dana tersebut ditambah Rp 100 triliun menjadi Rp 300 triliun. 

Penarikan ini mengindikasikan Pemerintah membutuhkan dana lebih dalam membiayai pengeluarannya. Jika penarikan tersebut dilakukan secara bertahap diperkirakan tidak akan mengganggu likuiditas perbankan. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri