BUMI Alihkan Saham Tambang Emas Palu Mineral ke BRMS, Ini Tujuannya
Emiten kongsi Grup Bakrie-Salim, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), memperamping bisnisnya dengan melakukan divestasi terhadap perusahaan tambang emas PT Citra Palu Mineral (CPM). Tambang tersebut kini dialihkan ke anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).
Aksi pelepasan saham di perusahaan emas raksasa di Palu, Sulawesi Tengah, itu membuat kepemilikan BRMS sebagai perusahaan tambang emas semakin kuat. Adapun BUMI mendivestasikan 3,03% saham CPM ke BRMS dengan nilai transaksi Rp 151,99 miliar.
“Sebagai bagian dari proses transisi strategis dan diversifikasi perseroan,” tulis Group Head of Corporate Communications & CSR Renno Wicaksono dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (1/7).
Dia menjelaskan, saham yang didivestasikan BUMI tersebut terdiri atas 24.999 saham Seri A dan 927.236 saham Seri C.
Aksi divestasi ini juga mempertegas arah bisnis BUMI yang fokus pada aset-aset jangka pendek yang dekat dengan kepentingan pengendali. Adapun pengendali BUMI saat ini adalah Mach Energy Limited yang menggenggam 170 miliar saham BUMI atau setara dengan 45,78% dari total saham BUMI yang beredar.
Lewat divestasi itu, perseroan dapat mengalokasi modal hasil divestasi tersebut untuk mendukung inisiatif pertumbuhan yang terus dijalankan sejalan dengan agenda diversifikasi perseroan.
“Perseroan tetap memiliki eksposur tidak langsung terhadap kinerja CPM melalui kepemilikan sahamnya di BRMS,” kata Renno.
BUMI saat ini menggenggam sebanyak 20,09% dari total saham BRMS yang beredar. Sementara itu, kegiatan usaha CPM adalah melakukan pertambangan emas dan perak, aktivitas telekomunikasi khusus untuk keperluan sendiri dan perdagangan besar logam dan bijih logam.
Jika melihat lini bisnis BUMI, saat ini perseroan memiliki bisnis pertambangan batu bara lewat anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia. Lalu energi baru terbarukan (EBT) yang masuk ke proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) dan pengembangan energi surya serta proyek infrastruktur untuk anak usahanya PT Darma Henwa Tbk (DEWA).
Kendati sudah mendivestasikan saham di tambang emas CPM, BUMI masih memiliki aset tambang emas di Australia seusai mengakuisisi penuh WF Limited (WFL) di Queensland.
Berdasarkan data perdagangan bursa pukul 10.42 WIB, saham BUMI terpantau naik 1,52% atau 2 poin ke R 132 per saham. Sejak awal tahun, saham BUMI terkoreksi 63,39%.