Tangan-Tangan Danantara di Merger Empat Manajemen Aset BUMN

AI
Ilustrasi Danantara Indonesia.
8/7/2026, 14.39 WIB

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia mulai merapikan bisnis pengelolaan aset BUMN. Langkah itu diawali dengan rencana penggabungan usaha atau merger empat perusahaan manajer investasi.

PT Mandiri Manajemen Investasi yang merupakan anak usaha Bank Mandiri (BMRI) akan menjadi surviving entity atau entitas yang bertahan. Sementara tiga perusahaan lainnya, yakni PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Management, dan PT PNM Investment Management akan dilebur ke dalam entitas tersebut.

Aksi korporasi itu diputuskan dalam rapat Selasa (7/7). Para petinggi Danantara menyepakati merger empat perusahaan asset management BUMN sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur kelembagaan dan pengelolaan aset di bawah Danantara.

Dony mengatakan, penggabungan empat perusahaan tersebut merupakan bagian dari strategi Danantara membangun perusahaan manajer investasi berskala nasional. Melalui konsolidasi ini, Danantara menargetkan integrasi portofolio aset, penguatan tata kelola dan kapabilitas investasi, peningkatan efisiensi operasional, serta daya tarik yang lebih besar bagi investor. 

Langkah tersebut juga diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset negara sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. 

"Streamlining (perampingan) itu bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah bagaimana aset-aset BUMN yang sudah ditata bisa dikelola lebih optimal, lebih produktif, dan benar-benar menciptakan nilai tambah buat negara," ujar Dony dalam keterangannya, Rabu (8/7). 

Danantara menilai pembentukan perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia akan menjadi tonggak penguatan pengelolaan aset BUMN. Melalui konsolidasi tersebut, aset negara diharapkan dapat dikelola secara lebih terintegrasi dan profesional.

Dengan begitu, pengelolaan ke depan mampu meningkatkan produktivitas aset, memperkuat kepercayaan investor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila