IHSG Diramal Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham ARCI, BRMS, INCO dan BMRI

Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026). IHSG kembali ditutup melemah dengan nilai koreksi mencapai 4,52% ke level 5.342 Sebanyak 78 saham menguat, 661 saham terkoreksi, dan 78 saham stagnan.
13/7/2026, 05.57 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diramal terkoreksi pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (13/7). Selama sepekan 6-10 Juli, IHSG mengalami peningkatan sebesar 0,83% sehingga ditutup pada level 5.924,360 dari 5.875,780 pada pekan sebelumnya.

Dalam sepekan, kapitalisasi pasar BEI juga meningkat sebesar 0,51% menjadi Rp 10.340 triliun. Rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa selama sepekan meningkat sebesar 29,69% menjadi 1,87 juta kali transaksi dari 1,44 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya

Meski begitu, pada pekan ini analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan jual. Menurutnya, secara teknikal posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dalam wave [iv] pada skenario hitam.

Herditnya menyebut IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji area 6.083–6.203. MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 5.486–5.317, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.007–6.286.

“Namun cermati area koreksi pada level 5.752–5.797,” tulis Herditya dalam risetnya, Senin (13/7). 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) akumulasi beli di rentang Rp 970–Rp 995 dengan target harga di Rp 1.115–Rp 1.225, sementara level stoploss di bawah Rp 920.

Kemudian PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 3.780–Rp 3.850 dengan target harga di Rp 4.180–Rp 4.270, serta stoploss di bawah Rp 3.710.

Sentimen IHSG

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang support 5.800, pivot 5.900, dan resistance 6.000.

Menurut Phintraco Sekuritas, sentimen eksternal berasal dari penguatan indeks-indeks utama Wall Street pada perdagangan Jumat (10/7), yang ditopang oleh kenaikan saham-saham sektor teknologi. 

Optimisme investor turut didorong oleh keberhasilan perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan, SK Hynix, yang mencatatkan saham perdana (IPO) senilai US$ 26,5 miliar di Nasdaq. Aksi korporasi tersebut menjadi IPO terbesar perusahaan non-AS di bursa tersebut dan mencerminkan kembali meningkatnya minat investor terhadap saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

“Tetapi harga minyak mentah menguat secara mingguan karena memanasnya kembali konflik AS-Iran pada pekan lalu, yang diikuti koreksi pada harga emas akibat kekhawatiran meningkatnya kembali laju inflasi,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Senin (13/7). 

Kemudian Phintraco Sekuritas mengatakan investor masih akan mencermati perkembangan konflik AS-Iran yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global dari kawasan Timur Tengah. 

Di sisi lain, perhatian pasar juga akan tertuju pada dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua 2026, yang diawali oleh sejumlah bank besar di Amerika Serikat.

Dari sisi data ekonomi global, pelaku pasar menantikan testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada 14 Juli dan Komite Perbankan Senat pada 15 Juli. 

Selain itu, Amerika Serikat dijadwalkan merilis sejumlah data penting, seperti inflasi (CPI), Michigan Consumer Sentiment, penjualan ritel, dan data sektor perumahan. Adapun Tiongkok akan mengumumkan produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua 2026, neraca perdagangan, produksi industri, penjualan ritel, tingkat pengangguran, serta harga rumah.

Dari dalam negeri, pemerintah akan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 14 Juli 2026 dengan target indikatif Rp10 triliun untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2026. 

Bank Indonesia juga dijadwalkan merilis Statistik Utang Luar Negeri Mei 2026 pada 13 Juli sebagai gambaran perkembangan utang pemerintah dan swasta serta ketahanan eksternal Indonesia. Selain itu, pelaku pasar masih menantikan hasil tinjauan peringkat kredit Indonesia oleh S&P yang diperkirakan diumumkan pada 24 Juli 2026.

“Diperkirakan  IHSG masih bergerak sideways pada kisaran level 5.800–6.000 pada pekan ini,” tulis Phintraco. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila