Beres-Beres Proyek Mangkrak LRT City, Danantara Suntik ADHI Rp 456 Miliar

LRT City
Ilustrasi LRT City Tebet.
28/8/2026, 09.51 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara akan menggelontorkan dana hingga Rp 456 miliar kepada anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Suntikan modal itu bertujuan untuk menuntaskan proyek LRT City yang sudah mangkrak bertahun-tahun.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, dana itu akan disalurkan melalui Danantara Asset Management (DAM), dengan menyuntikkan dana langsung ke proyek PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Besaran dana itu telah dihitung berdasarkan jumlah unit yang belum diserahterimakan kepada pembeli, yakni sekitar 2.000 unit.

“Saya membutuhkan penyelesaian itu Rp 456 miliar, itu akan kami lakukan, jelas ya,” ucap Dony seusai menghadiri pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta Utara, Kamis (27/8). 

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) itu juga menegaskan, Danantara akan mengawal penyelesaian proyek LRT City agar tidak merugikan masyarakat yang telah membeli unit. Dony mengaku konsumen tidak boleh menanggung rugi gara-gara kasus di LRT City. 

“Bayangkan orang menyisihkan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang untuk rumah pertama. Itu zalim namanya,” kata Dony.

Sebagai informasi, proyek LRT City yang mengalami keterlambatan pembangunan berada di sejumlah lokasi, yakni Tebet (Jakarta Selatan), Ciracas (Jakarta Timur), dan Cibubur (Depok, Jawa Barat). Mandeknya pembangunan proyek itu menyebabkan penyerahan unit kepada konsumen ikut tertunda.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ADCP mengakui tengah menghadapi persoalan likuiditas. Di sisi lain, model bisnis perusahaan yang berfokus pada pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), ADCP harus menyediakan lahan di sekitar stasiun transportasi umum. Misalnya Commuter Line, LRT, dan BRT, sekaligus membangun infrastruktur pendukungnya.

Danantara Panggil Adhi Karya

Sebelumnya Dony telah menggelar rapat bersama jajaran Direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada 11 Agustus 2026 untuk membahas perkembangan dan berbagai keluhan masyarakat terkait LRT City.

Dony menekankan harus ada tindak lanjut Adhi Karya terhadap berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, penyelesaian persoalan perlu dilakukan secara cepat dengan tetap membangun komunikasi yang baik dengan para penghuni.

“Semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti. Komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat, agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan,” ujar Dony, mengutip akun Instagram resmi BP BUMN.

BP BUMN dan Danantara mendorong Adhi Karya memastikan pengelolaan kawasan berjalan secara bertanggung jawab. Pembangunan tidak hanya perlu diselesaikan secara fisik, tetapi juga harus memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi masyarakat.

 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila