Setahun IPO, MDLA Buka Peluang Ekspor Produk Kesehatan hingga Afrika
PT Medela Potentia Tbk (MDLA) mulai memperluas pasar produk kesehatan hingga keluar kawasan Asia. Setelah mengekspor produk alat kesehatan ke Kamboja dan Timor Leste, perseroan tengah menjajaki ekspor ke negara baru, termasuk kawasan Afrika.
Direktur Utama MDLA Juliawati mengatakan, ekspansi pasar luar negeri menjadi salah satu strategi perseroan untuk menambah sumber pertumbuhan pendapatan. Saat ini, bisnis distribusi masih menjadi kontributor utama pendapatan MDLA. Namun, perusahaan juga melihat pertumbuhan yang kuat dari bisnis alat kesehatan, termasuk produk yang diproduksi sendiri.
“Selain jual di market lokal Indonesia, kami juga sudah melakukan ekspor. Saat ini memang masih dua country, di Kamboja dan juga di Timor Leste,” ujar Juliawati dalam paparan publik MDLA secara virtual, Selasa (8/9).
Menurut dia, MDLA tengah mempersiapkan ekspansi ke dua negara baru. Salah satunya ditargetkan terealisasi pada akhir tahun ini atau 2026. Sementara negara lainnya ditargetkan menyusul pada tahun depan juga.
Ekspansi tersebut ditopang oleh bisnis produk alat kesehatan milik sendiri. MDLA mulai memiliki fasilitas produksi sendiri pada 2023 sehingga bisnis tersebut relatif masih baru dan terus mencatatkan pertumbuhan.
Selain ekspor, perseroan juga memiliki distributor di Kamboja yang menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis luar negeri.
Perluas Infrastruktur Distribusi
Untuk menopang pertumbuhan bisnis distribusi, MDLA juga memperkuat infrastruktur pergudangan. Investor Relations MDLA, Harris Lesmana menuturkan, perseroan sedang membangun gudang baru di Medan, Sumatra Utara, dengan luas sekitar 9.000 meter persegi.
Gudang tersebut akan menjadi salah satu fasilitas cabang terbesar MDLA untuk mendukung pertumbuhan bisnis distribusi di wilayah Sumatera. Fasilitas itu akan dilengkapi berbagai jenis penyimpanan, termasuk fasilitas penyimpanan produk bersuhu dingin.
Setelah tanah diakuisisi pada 2023, pembangunan gudang dimulai pada Agustus 2025 dan ditargetkan siap digunakan pada kuartal keempat 2026.
Perseroan juga telah mengakuisisi gudang pusat di Cikarang, Jawa Barat, pada Agustus 2025. Sebelumnya, MDLA menyewa gudang pusat yang telah digunakan selama lebih dari 10 tahun.
Gudang baru tersebut memiliki luas lahan sekitar 10.000 meter persegi dan akan dilengkapi fasilitas penyimpanan berbagai produk, termasuk produk dengan kebutuhan suhu 2-8 derajat Celsius. Saat ini, perseroan masih menyelesaikan finalisasi desain dan menargetkan pembangunan dimulai setelah proses tersebut rampung.
Dari sisi distribusi, MDLA juga menambah lima prinsipal baru ke dalam portofolio bisnisnya sepanjang semester pertama 2026. Tambahan tersebut terdiri dari satu prinsipal di segmen etika utama, tiga prinsipal di segmen consumer health, serta satu prinsipal di segmen alat kesehatan.
Sementara itu, bisnis manufaktur alat kesehatan perseroan juga menunjukkan perkembangan positif. Penjualan dan cakupan pelanggan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Produk manufaktur MDLA juga semakin tersedia di berbagai rumah sakit, baik rumah sakit swasta maupun pemerintah. Untuk mendukung perluasan pasar, perseroan aktif mengikuti berbagai kegiatan dan pameran berskala nasional.
Produksi alat kesehatan perseroan juga meningkat sekitar 8% pada semester semester 2026.
Pada paruh kedua tahun ini, MDLA juga berencana melakukan pengiriman ekspor berikutnya ke Kamboja. Perseroan sebelumnya telah melakukan ekspor ke negara tersebut.
Selain itu, penjajakan pasar baru di Afrika tengah dilakukan sebagai bagian dari strategi memperluas pasar produk kesehatan ke luar Indonesia.
Perseroan mencatatkan saham perdananya atau initial public offering (IPO) pada 15 April 2025 dengan harga IPO sebesar Rp 188 per saham.
Saat ini, harga saham perseroan bertengger di level 208. Sahamnya stagnan pada perdagangan hari ini, Selasa (8/9). Pada semester pertama 2026, perseroan membukukan laba bersih perseroan naik menjadi Rp 220,95 miliar dari Rp 197,94 miliar.