Konglomerat Prajogo Pangestu melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) selangkah lagi menjadi pengendali emiten afiliasi pengusaha Happy Hapsoro PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Direktur Utama Singaraja Putra, Amir Antolis mengatakan pemegang saham pengendali perseroan tengah bernegosiasi dengan Grup CUAN terkait rencana pengambilalihan saham SINI.
Jika akuisisi tersebut terealisasi, kata Amir, Grup CUAN sebagai calon pengendali baru wajib menggelar penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) sesuai POJK Nomor 9/POJK.04/2018.
Amir mengatakan indikasi harga pelaksanaan MTO akan mengacu pada rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham SINI selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi pengambilalihan.
“Harga final MTO akan ditentukan dan diumumkan kemudian sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku,” ujar Amir dalam public expose insidentil, Jumat (11/9).
Terkait perkembangan rencana pengambilalihan oleh Grup Prajogo Pangestu itu, Amir mengatakan perseroan belum menerima informasi tambahan mengenai proses negosiasi tersebut.
“Perseroan akan terus memantau perkembangannya dan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Amir.
Seiring dengan itu, SINI menggelar rights issue senilai maksimal Rp 3,60 triliun dengan menerbitkan 721,5 juta saham baru pada harga Rp5.000 per saham. Prajogo Pangestu & Boy Thohir kut berpartisipasi dan mengambil bagian dalam aksi korporasi ini
PT Petrosea Tbk (PTRO) Bertindak sebagai standby buyer (pembeli siaga) utama bersama Henan Putih Rai (HPS) dan Trimegah Sekuritas. Petrosea berkomitmen menyerap sisa saham hingga senilai sekitar Rp 1,3 triliun.
Sejumlah pemegang saham seperti Kreasi Jasa Persada (KJP) mengalihkan seluruh haknya ke Petrosea, sementara Autum Prima Indonesia (API) dan Happy Hapsoro mengalihkan sebagian haknya ke pihak lain termasuk Trimegah dan HPS.
Amir mengatakan sebelum rights issue, pemegang saham pengendali menguasai 54,49% saham SINI. Sementara CUAN memiliki 19,99% saham dan masyarakat menggenggam 25,52%.
Setelah pelaksanaan rights issue, kepemilikan pemegang saham pengendali turun menjadi 37,05%. Sebaliknya, porsi CUAN meningkat menjadi 27,78%, yang terdiri dari kepemilikan KJP sebesar 7,9% dan Petrosea sebesar 19,9%. Adapun porsi kepemilikan masyarakat meningkat menjadi 35,17%.
Pelaksanaan aksi korporasi itu juga menambah portofolio aset perseroan melalui masuknya KMS, yang 99,95% sahamnya dimiliki Singaraja Putra. KMS selanjutnya memiliki 99,98% saham CEP.
Menurut Amir, masuknya KMS dan CEP memperkuat sekaligus mendiversifikasi portofolio tambang SINI secara geografis, dengan aset pertambangan yang tersebar di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.