Emiten TP Rachmat (DRMA) Bikin Usaha Patungan dengan Minth Group, Ini Bisnisnya
Emiten milik konglomerat TP Rachmat, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV) bersama Minth Group. Aksi korporasi itu bertujuan untuk memperluas bisnis komponen otomotif perseroan, khususnya bagi kendaraan roda empat.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Selasa (15/9) ini, DRMA menyatakan telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Minth Group dalam rangka pembentukan perusahaan patungan bernama PT Dharma Minth Indonesia (DMI).
"Pembentukan joint venture ini merupakan bagian dari upaya perseroan mengembangkan bisnis komponen otomotif sekaligus memperluas kapabilitas dalam mendukung kebutuhan industri kendaraan roda empat," ungkap manajemen DRMA, dalam dokumen tersebut.
Dijelaskan bahwa DMI didirikan dengan modal dasar sebesar Rp 180 miliar. Dari jumlah tersebut, modal ditempatkan dan disetor penuh mencapai Rp 45 miliar, dengan nilai nominal saham sebesar Rp 1 juta per saham.
Dalam struktur kepemilikannya, Talentlink Development Ltd memiliki 51% saham DMI, sedangkan DRMA menguasai 49%. Dengan demikian, DRMA memiliki porsi signifikan dalam perusahaan patungan yang akan menjalankan bisnis komponen otomotif tersebut.
Seperti diungkapkan manajemen, DMI akan bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif untuk kendaraan roda empat. Produk yang akan dikembangkan antara lain battery housing, struktur bodi dan chassis berbasis aluminium extrusion, serta komponen plastik dan desain komponen.
Dengan kepemilikan 49% di DMI, DRMA akan ikut menikmati laba atau menanggung rugi perusahaan patungan tersebut sesuai dengan porsinya. Kendati demikian, DRMA menegaskan, hingga pengumuman ini disampaikan, pembentukan JV tersebut belum memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan.
“Pembentukan joint venture belum memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” tulis DRMA.
Dari sisi pasar modal, saham DRMA pada pukul 13.43 tadi diperdagangkan di harga Rp 995 per saham atau terkoreksi 1,97% secara harian. Sementara bila dilihat dari data tahun berjalan, saham tersebut terkoreksi 5,69%.