BEI Depak Saham MAYA, SRAJ dan MPRO Milik Dato Sri Tahir dari Pembobotan IHSG

ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan sesi I, Selasa (20/10) dibuka rebound dan menguat sebesar 88,4 poin atau 1,4 persen ke posisi 5.027,9 setelah mengalami tekanan tajam selama tiga hari perdagangan sebelumnya.
Penulis: Karunia Putri
20/10/2026, 15.29 WIB

Tiga saham milik konglomerat Dato’ Sri Tahir akan didepak dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini usai Bursa Efek Indonesia mengumumkan bahwa saham-saham yang terkonsentrasi tinggi pada satu pihak atau high shareholding concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan indeks.

Saham-saham dalam Grup Mayapada ini terkonsentrasi hingga 99,99%. Saham itu adalah PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ).

Secara rinci, saham MAYA terkonsentrasi 96,68% kepada satu pihak. Jika ditelisik lebih lanjut, pemilik manfaat akhir dari MAYA adalah Dato’ Sri Tahir sendiri.

“Saham Perseroan dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 96,68% dari total Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat MAYA,” seperti yang ditulis bursa dalam keterangannya dikutip Selasa (20/10).

Saham perbankan Grup Mayapada ini memiliki kapitalisasi pasar mencapai Rp 4,08 triliun dengan free float sebesar Rp 24,5%. Sahamnya terkoreksi 32,76% sejak awal tahun.

Kemudian ada MPRO yang terkonsentrasi 99,99%. Free float saham ini 13,57% dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 114,83 triliun. Adapun pemilik manfaat akhir dari MPRO adalah Jonathan Tahir dan Dato’ Sri Tahir.

Terakhir adalah saham SRAJ. Saham ini terkonsentrasi 97,21%. Free float saham ini sebesar 16,80% dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 126,06 triliun. Pemilik manfaat akhirnya juga Jonathan Tahir lewat PT Surya Cipta Inti Cemerlang dengan kepemilikan 50%.

Dato’ Sri Tahir juga memiliki perusahaan yang yang tercatat di BEI yaitu PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA). Perusahaan ini bergerak di sektor pariwisata. Tahir memiliki 104 juta saham SONA atau setara 15,7% dari total sahamnya yang beredar. Adapun pemilik manfaat akhir SONA adalah Jonathan Tahir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri