Danantara Tambah Genggam 39 Saham BUMN saat IHSG Anjlok

Katadata/Karunia Putri
CIO Danantara, Pandu Sjahrir (kiri), bersama Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury (kanan), saat menyampaikan pemaparan dalam acara Media Coffee Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).
Penulis: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy
23/10/2026, 11.05 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menyatakan telah membeli saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat harganya jatuh beberapa hari terakhir. Kejatuhan harga saham itu seiring dengan merosotnya IHSG imbas pengumuman MSCI, pekan lalu.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan, pihaknya mengakumulasi sejumlah saham pada Kamis (22/10) dan beberapa hari sebelumnya. Dia menyatakan, ketika membeli saham, Danantara akan melihat peluang dari sisi risk-reward yang saat ini dinilai cukup menarik. Dia menyinggung saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang baik.

“Per kemarin, hari ini, kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami atraktif, dan kita akan terus selama harga value itu menarik memiliki prospect yang baik, jadi we want to earn more of some of these shares,” kata Pandu dalam agenda Media Coffee Morning di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10).

Danantara tercatat memiliki 39 saham emiten di portofolionya. Saham-saham tersebut dimiliki baik secara langsung lewat PT Danantara Asset Management dan lewat anak perusahaan yang digenggam Danantara. Seluruh perusahaan dalam portofolio Danantara adalah emiten pelat merah. 

Sebagai contoh, Danantara secara langsung menggenggam saham-saham bank jumbo milik negara seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) hingga PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Danantara juga menggenggam saham tambang di bawah holding MIND ID. Sebelumnya, pemerintah telah mengalihkan kendali kepemilikan saham BUMN ke bawah Danantara. Alhasil, saham-saham BUMN di bawah holding BUMN masuk dalam portofolio Danantara secara tak langsung. Saham itu adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Vale Indonesia Tbk (TINS).

Selain BUMN, Danantara juga tercatat menggenggam saham anak-anak usaha Pertamina seperti PT Elnusa Tbk (ELSA),  PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) hingga PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Saham seri B (99%) Pertamina dikuasai oleh Danantara Indonesia selaku sovereign wealth fund (SWF) Indonesia. 

Berikut daftar lengkap saham dalam portofolio investasi Danantara di BEI serta kinerjanya sejak awal tahun (year to date):

Nama EmitenKepemilikan DanantaraKinerja YtdKapitalisasi Pasar
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)51,48%-24,51%Rp 359,33 triliun
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)Lewat MIND ID-25,60%Rp 40,57 triliun
PT Timah Tbk (TINS)Lewat MIND ID+23,47%Rp 28,59 triliun
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)59,40%-21,97%Rp 127,18 triliun
PT Bukit Asam Tbk (PTBA)Lewat MIND ID+37,66%Rp 36,63 triliun
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)52,66%-20,77%Rp 439,52 triliun
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)Lewat MIND ID-9,84%Rp 68,24 triliun
PT Jasa Marga Tbk (JSMR)69,30%-27,57%Rp 17,92 triliun
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)51,57%-36,78%Rp 217,93 triliun
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU)Lewat Pertamina+18,88%Rp 4,92 triliun
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)50,69%-47,73%Rp 9,31 triliun
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)Lewat Pertamina-26,96%Rp 33,81 triliun
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)Lewat BBRI, BMRI, BBNI-53,59%Rp 47,74 triliun
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC)Lewat Pelindo-25,35%Rp 1,85 triliun
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)Lewat Pertamina-11,11%Rp 41,94 triliun
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)59,40%-18,30%Rp 13,47 triliun
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB)Lewat SMGRSuspend (0%)Rp 6,99 triliun
PT Elnusa Tbk (ELSA)Lewat Pertamina+32,53%Rp 4,81 triliun
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)Lewat TLKM-40%Rp 35,09 triliun
PT Kimia Farma Tbk (KAEF)Lewat Bio Farma-28,16%Rp 2,06 triliun
PT Phapros Tbk (PEHA)Lewat KAEF-8,67%Rp 230 miliar
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM)Lewat Pelindo-25,14%Rp 1,41 triliun
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)90,11%Suspend (0%)Rp Rp 8,13 triliun
PT Waskita Karya Tbk (WSKT)74,60%Suspend (0%)Rp 5,81 triliun
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS)79%-44,44%Rp 3,67 triliun
PT PP Tbk (PTPP)50,49%-61,11%Rp 998 triliun
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)Lewat KRAS-56,36%Rp 381 miliar
PT Adhi Karya Tbk (ADHI)63,69%-50,37%Rp 1,11 triliun
PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)Lewat SMGR-54,17%Rp 1,31 triliun
PT Indofarma Tbk (INAF)Lewat Bio FarmaSuspend (0%)Rp 391 miliar
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)Lewat BBRI-50,43%Rp 2,87 triliun
PT PP Presisi Tbk (PPRE)Lewat PTPP-56,07% Rp 777 miliar
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON)Lewat WIKA-34,65%Rp 575 miliar
PT Adho Commuter Properti Tbk (ADCP)Lewat ADHI-12,28%Rp 1,11 triliun
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)91,11%-56,12%Rp 17,5 triliun
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI)Lewat GIAA-48,78%Rp 5,24 triliun
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE)Lewat WIKA-52,86%Rp 316 miliar
PT PP Property Tbk (PPRO)Lewat PTPP-28,57%Rp 925 miliar
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)Lewat WSKT-39,13%Rp 797 miliar

(Sumber: data bursa/ diolah Katadata)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri