Manuver Beruntung Berkat di Afiliasi Hashim DOOH, Incar jadi Pengendali STRK
PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) kembali mengalami perubahan komposisi pemegang saham. PT Prambanan Investasi Sukses yang sebelumnya menjadi pemegang saham DOOH telah melepas seluruh kepemilikannya. Saham tersebut beralih ke PT Beruntung Berkat Sejahtera.
Berdasarkan data terbaru laporan perubahan saham, BBS kini menggenggam 15,09% saham DOOH. Sementara itu, pengendali dan pemilik manfaat akhir DOOH adalah Tinawati lewat PT Sinergi Internasional Investama.
Prambanan Investasi Sukses mulai melepas saham DOOH pada awal Oktober 2026. Pada 8 Oktober, perusahaan menjual 234,09 juta saham DOOH dengan harga Rp 350 per saham. Sehari kemudian, Beruntung Berkat Sejahtera membeli 545 juta saham DOOH dengan harga Rp 330 per saham.
“Tujuan transaksi adalah investasi,” seperti yang ditulis dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Jumat (23/10).
Perubahan kepemilikan berlanjut pada 12 Oktober 2026. Dalam transaksi terakhir yang tercatat di bursa, Prambanan Investasi Sukses menjual sisa kepemilikannya sebanyak 388,42 juta saham DOOH dengan harga Rp 336 per saham. Beruntung Berkat Sejahtera pun menangkap saham tersebut dan membelinya dalam jumlah yang sama pada harga tersebut.
Transaksi itu membuat kepemilikan Prambanan Investasi Sukses di DOOH turun menjadi 0%. Sebaliknya, kepemilikan Beruntung Berkat Sejahtera meningkat menjadi 1,17 miliar saham atau setara 15,09%.
Kini, struktur pemegang saham DOOH terdiri atas PT Sinergi Internasional Investama dengan kepemilikan 51%, masyarakat sebesar 33,91% dan Beruntung Berkat Sejahtera sebesar 15,09%.
Adapun DOOH memiliki keterkaitan tidak langsung dengan ekosistem bisnis Hashim Djojohadikusumo melalui Tinawat. Tinawati juga memiliki keterkaitan kepemilikan dengan PT Investasi Sukses Bersama, kendaraan investasi yang terhubung dengan Hashim dan merupakan pemegang saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge.
PT Sinergi Internasional Investama masuk ke DOOH setelah menyelesaikan akuisisi pada 30 Juli 2026 dari Prambanan Investasi Sukses. Perusahaan tersebut menjadi pemegang manfaat akhir DOOH melalui Tinawati.
Tinawati juga tercatat sebagai pemegang manfaat akhir PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), perusahaan afiliasi adik Presiden Prabowo Subianto yaitu Hashim Djojohadikusumo. Hashim menggenggam saham WIFI melalui kendaraan investasinya PT Investasi Sukses Bersama yang memiliki 27,75% saham perusahaan tersebut.
Beruntung Berkat Bergerak di Saham STRK
Di luar DOOH, Beruntung Berkat Sejahtera juga tengah membidik kepemilikan saham pengendali di PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK). Emiten ini adalah produsen bir yang beroperasi di Bali.
Berdasarkan data pada portal resmi Administrasi Hukum Umum (AHU), Beruntung Berkat Sejahtera beralamat di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Level 3 Unit 304, kawasan SCBD, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Perusahaan ini bergerak di bidang konsultasi manajemen dan bisnis lainnya.
Nama Jeremy muncul sebagai direktur Beruntung Berkat Sejahtera dalam keterbukaan informasi BEI mengenai rencana pengambilalihan STRK. Perusahaan tersebut berencana membeli 6,63 miliar saham milik PT Barito Mas Sukses, setara 61,87% dari total saham STRK.
Jeremy menyatakan, negosiasi antara Beruntung Berkat Sejahtera dan Barito Mas Sukses telah berlangsung pada 21 Oktober 2026. Kedua pihak juga telah menandatangani indikasi syarat dan ketentuan jual beli terkait rencana pengambilalihan tersebut. Beruntung Berkat Sejahtera menyebut rencana transaksi itu sebagai bagian dari pengembangan usaha.
BBS membeli saham DOOH dan STRK berjalan dalam waktu yang hampir bersamaan, yaitu pada Oktober 2026. Jika melihat bidang usaha kedua perusahaan ini, DOOH dan STRK sama sekali berbeda. DOOH bergerak di industri periklanan media digital out of home, sementara STRK adalah produsen bir.
Di tengah pergerakan Berkat Sejahtera di kedua saham itu, saham DOOH melonjak 4% ke level Rp 260 pada perdagangan Jumat (23/10) secara intraday. Dalam sepekan terakhir, saham DOOH naik 9,24%.
Sementara itu, saham STRKmelesat 8,76% ke level Rp 149 secara intraday. Dalam sepekan, saham emiten produsen bir tersebut melesat 61,96%.