IHSG Naik 4,9% Sepekan saat Asing Net Sell, BMRI, BBRI hingga BREN jadi Penopang

Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berada di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2026). IHSG perdagangan akhir pekan ditutup menguat 0,95% atau naik 51,35 poin ke level 5.439,26 dengan sepanjang perdagangan, mayoritas saham bergerak menguat, dengan 477 saham naik, 187 saham melemah, dan 129 saham tidak mengalami perubahan.
Penulis: Ira Guslina Sufa
25/10/2026, 16.04 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,9% sepanjang perdagangan pekan 19–23 Oktober 2026. Penguatan indeks ditopang terutama oleh saham perbankan berkapitalisasi besar, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), serta saham sejumlah emiten Grup Barito.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 5.439 pada Jumat (23/10), naik 254,15 poin dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di posisi 5.185. Saham BMRI menjadi kontributor terbesar terhadap kenaikan IHSG dengan sumbangan 40,65 poin indeks.

Sepanjang pekan, harga saham bank pelat merah tersebut meningkat 15,04%. Di posisi berikutnya, BBRI menyumbang 39,76 poin terhadap penguatan IHSG setelah harganya naik 10,23%. Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memberikan kontribusi 31,31 poin dengan kenaikan harga saham 17,89%.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga menjadi salah satu penopang utama indeks. Harga saham BREN melonjak 28,30% sepanjang pekan dan menyumbang 20,39 poin terhadap penguatan IHSG.

Selain itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Astra International Tbk (ASII) masing-masing berkontribusi 14,79 poin dan 14,59 poin. Keduanya mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 15,15% dan 8,59%.

Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut menopang IHSG dengan kontribusi 13,41 poin setelah harganya meningkat 19,01%. Adapun PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 11,04 poin, sedangkan PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) masing-masing memberikan kontribusi 7,56 poin dan 6,34 poin.

Kenaikan saham perbankan besar menjadi salah satu faktor penting dalam pemulihan IHSG pekan lalu. Selain BMRI, BBRI dan BBNI, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mencatatkan nilai transaksi besar, mencapai Rp 15,40 triliun sepanjang pekan.

Namun, BBCA justru menjadi salah satu pemberat indeks. Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut turun 2,90% dan mengurangi IHSG sebesar 13,66 poin.

Tekanan juga datang dari saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), yang terkoreksi 17,14% dan mengurangi IHSG sebesar 11,67 poin. Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turun 3,81% dan memberikan tekanan sebesar 7,32 poin.

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) masing-masing mengurangi IHSG sebesar 6,55 poin dan 6,49 poin. Adapun saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memberikan tekanan 6 poin setelah harganya turun 7,69%.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak berlangsung merata di seluruh saham berkapitalisasi besar. Sejumlah saham tetap mengalami tekanan meski indeks secara keseluruhan mencatatkan kenaikan.

Transaksi Saham Meningkat, Asing Masih Jual Bersih

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih mencatatkan jual bersih saham. Data BEI menunjukkan nilai jual bersih investor asing sepanjang pekan mencapai Rp 6,67 triliun, lebih besar dibandingkan Rp 3,19 triliun pada pekan sebelumnya.

Secara keseluruhan, nilai transaksi saham harian rata-rata meningkat 25,42% menjadi Rp 20,34 triliun. Frekuensi transaksi harian rata-rata juga naik 13,80% menjadi 1,95 juta kali.

Sebaliknya, volume transaksi harian rata-rata turun 9,39% menjadi 39,96 miliar saham. Kapitalisasi pasar BEI meningkat 4,66% menjadi Rp 9.583 triliun pada akhir pekan, dari Rp 9.157 triliun pada pekan sebelumnya.

Penguatan IHSG tersebut berlangsung ketika pergerakan pasar saham global cenderung beragam. Di kawasan Asia, indeks Vietnam menguat 2,23%, sedangkan indeks Malaysia naik 0,24% dan Singapura meningkat 0,12%. Sebaliknya, indeks Nikkei Jepang terkoreksi 4,03% dan Hang Seng Hong Kong turun 4,52%.

Dengan demikian, penguatan IHSG pekan lalu terutama ditopang oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya BMRI, BBRI, TLKM, dan BREN. Namun, aksi jual bersih investor asing masih menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam menilai keberlanjutan pemulihan pasar saham domestik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.