IHSG Rontok ke 4.835, Kapitalisasi Pasar Menguap Rp 7.400 T Sejak Awal Tahun

Katadata/Fauza Syahputra
Pekerja berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). IHSG anjlok 5,05% atau 261,84 poin ke level 4.923 pada perdagangan sesi pertama dengan sebanyak 744 saham ditutup turun, 42 saham naik dan 13 saham lainnya tak bergerak.
Penulis: Karunia Putri
4/11/2026, 09.32 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali rontok pada pembukaan perdagangan Rabu (4/11). IHSG dibuka turun 1,4% ke 4.835. Ini merupakan level terendah dalam lima tahun terakhir.

Tak hanya itu, kapitalisasi pasar BEI kini tinggal Rp 8.605 triliun, tergerus Rp 7.409 triliun dari kapitalisasi pasar pada 2 Januari lalu di Rp 16.014 triliun. Berdasarkan data bursa, nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 1,51 triliun dengan volume perdagangan sebesar 4,92 miliar.

Penekan indeks pagi ini berasal dari saham-saham energi yang rontok 3,43% secara sektoral. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 5% ke level 114, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tergerus 6,84% ke Rp 354 menyentuh batas auto reject bawah (ARB) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) rontok 6,67% ke Rp 2.240 yang juga menyentuh batas ARB.

Tim riset BRI Danareksa mengatakan, IHSG telah menembus level support 4.962 dan membentuk pola bearish candle. Posisi penutupan indeks yang berada dekat level terendah harian juga menunjukkan masih kuatnya tekanan jual di pasar.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di zona negatif dan bergerak semakin melebar ke bawah. Garis MACD di level -292 berada di bawah signal line -265. Sementara itu, posisi IHSG juga masih jauh di bawah rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di level 5.482.

“Kondisi ini mengindikasikan tren bearish masih dominan,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas dikutip Rabu, (3/11).

Tim riset BRI Danareksa memperkirakan level support berikutnya berada di kisaran 4.830–4.761. Meski peluang penguatan teknikal atau technical rebound masih terbuka setelah koreksi tajam, IHSG perlu kembali menembus area 4.962–5.000 untuk memperbaiki momentum pergerakannya. Area tersebut kini menjadi level resistance terdekat

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.

Memasuki perdagangan Rabu, investor juga akan mencermati sejumlah sentimen global. Salah satunya adalah hasil Pemilu Sela Amerika Serikat (AS) yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan pemerintahan Donald Trump dan persepsi risiko investor terhadap pasar keuangan.

Selain itu, pergerakan harga minyak dunia juga perlu dicermati. Harga minyak Brent sempat terkoreksi lebih dari 7% sebelum kembali naik ke kisaran US$105 per barel menyusul laporan eskalasi konflik di kawasan Teluk. Pasar juga menantikan rilis sejumlah data ketenagakerjaan dan aktivitas ekonomi AS sepanjang pekan ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri