Danantara Pertebal Kepemilikan di 6 Saham BUMN, TLKM dan BBRI Terbesar

Ahmad Islamy
3 November 2026, 13:25
Danantara
Dok.Danantara Indonesia
Ilustrasi Danantara Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara tercatat meningkatkan kepemilikan sahamnya di sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sepanjang bulan lalu. Aksi tersebut dilakukan sovereign wealth fund (SWF) itu melalui entitasnya, Danantara Asset Management (DAM). 

Berdasarkan data terbaru kepemilikan saham yang diterbitkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Oktober 2026, terdapat enam emiten yang mencatat kenaikan kepemilikan DAM dibandingkan posisi per 30 September 2026. Enam emiten tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). 

Kenaikan paling besar secara jumlah saham terjadi pada BBRI. Kepemilikan DAM di bank itu bertambah sekitar 609,86 juta saham, dengan perincian; 79,80 miliar saham pada 30 September 2026, menjadi 80,41 miliar saham per 30 Oktober 2026. Dengan begitu, porsi kepemilikan saham DAM di emiten pelat merah itu meningkat dari 52,66% menjadi 53,06%. 

Kenaikan terbesar berikutnya terjadi pada TLKM. Di emiten telekomunikasi itu, DAM menambah kepemilikan sekitar 582,52 juta saham, yaitu; dari 51,09 miliar saham menjadi 51,67 miliar saham. Porsi kepemilikan DAM pun meningkat dari 51,57% menjadi 52,16%. 

Pada BMRI, jumlah saham yang dimiliki DAM meningkat sekitar 277,73 juta saham. Kepemilikan DAM naik dari 48,05 miliar saham menjadi 48,33 miliar saham. Secara persentase, porsi kepemilikan meningkat dari 51,48% menjadi 51,78%. 

Sementara itu, kepemilikan DAM di BBNI bertambah sekitar 63,87 juta saham, dari 22,15 miliar saham menjadi 22,22 miliar saham. Porsi kepemilikan naik dari 59,40% menjadi 59,57%. 

Kenaikan juga tercatat pada BBTN. DAM menambah sekitar 27,11 juta saham sehingga kepemilikannya meningkat dari 8,34 miliar saham menjadi 8,36 miliar saham. Porsi kepemilikan pun naik tipis dari 59,40% menjadi 59,59%. 

Adapun  JSMR juga mencatatkan penambahan kepemilikan DAM sekitar 13,18 juta saham. Jumlah saham DAM di emiten infrastruktur itu naik dari 5,03 miliar saham menjadi 5,04 miliar saham. Sementara porsinya meningkat dari 69,30% menjadi 69,48%. 

Kepemilikan Danantara di 7 Emiten Tak Berubah 

Di sisi lain, kepemilikan DAM pada tujuh emiten lainnya tercatat tidak berubah sepanjang bulan lalu. Ketujuh emiten tersebut yaitu PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT PP Tbk (PTPP), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). 

Di ADHI, DAM tetap menguasai 5,35 miliar saham atau 63,69% dari total saham. Pada GIAA, kepemilikan DAM tetap 370,90 miliar saham atau 91,11%. 

Kemudian, DAM mempertahankan kepemilikan 15,32 miliar saham KRAS atau 79,20%. Pada PTPP, kepemilikannya tetap 3,13 miliar saham atau 50,49%, sedangkan di SMGR tetap 3,42 miliar saham atau 50,69%. 

Kepemilikan DAM di WIKA juga tidak berubah, yakni 35,93 miliar saham atau 90,11%. Sementara pada WSKT, DAM tetap memiliki 21,49 miliar saham atau 74,60%. 

Dengan demikian, dari total 13 emiten yang sahamnya tercatat dimiliki DAM dalam data KSEI, hampir separuh atau enam emiten mengalami peningkatan jumlah saham yang dimiliki sepanjang periode 30 September hingga 30 Oktober 2026. 

Secara persentase, kenaikan kepemilikan saham terbesar DAM terjadi pada TLKM yang meningkat 0,59 poin persentase. Berikutnya di BBRI naik 0,40 poin persentase; BMRI naik 0,30 poin persentase; BBTN naik 0,19 poin persentase; JSMR naik 0,18 poin persentase, dan; BBNI naik 0,17 poin persentase. 

Perbandingan Kepemilikan Saham DAM

Perbandingan kepemilikan saham Danantara Asset Management (DAM) di 13 emiten BUMN 30 September-30 Oktober 2026. (Sumber: KSEI)

Klaim Danantara Serok Saham saat IHSG Jatuh 

Danantara sebelumnya mengklaim telah membeli sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat harganya jatuh drastis sejak pertengahan bulan lalu. Kejatuhan harga saham itu seiring dengan terperosoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), setelah MSCI mengumumkan rencana konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham RI dari emerging market menjadi standalone market pada 15 Oktober 2026. 

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengungkapkan, Danantara mengakumulasi saham di BEI pada Kamis (22/10) dan beberapa hari sebelumnya. Dia menyatakan, ketika membeli saham, Danantara akan melihat peluang dari sisi risk-reward yang saat ini dinilai cukup menarik. Pandu pun menyinggung saham-saham BUMN memiliki fundamental dan prospek pertumbuhan yang baik. 

“Per kemarin, hari ini, kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami atraktif, dan kita akan terus selama harga value itu menarik memiliki prospect yang baik, jadi we want to earn more of some of these shares,” kata Pandu dalam agenda Media Coffee Morning di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10). 

Di pasar modal, Danantara tercatat memiliki 39 saham emiten dalam portofolionya. Saham-saham tersebut dimiliki, baik secara langsung lewat DAM maupun lewat anak perusahaan yang digenggam lewat entitas-entitasnya seperti MIND ID, Pertamina, Pelindo, dan lainnya. Seluruh saham dalam portofolio Danantara adalah emiten pelat merah.  

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...