Sejalan dengan penurunan  suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), saat ini bunga untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) telah turun menjadi single digit. Namun, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero menyatakan, penurunan suku bunga masih mungkin terjadi tahun depan.

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, saat ini bunga KPR yang non subsidi telah turun ke angka 9,9 persen per tahun. Sementara untuk KPR bersubsidi, bunganya hanya lima persen. "Kita ada usaha-usaha untuk penurunan. Mungkin (tahun depan turun), kita lihat saja market," ujar Maryono di Menara BTN, Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016. (Baca juga:  Anggaran FLPP Habis, Realisasi Program Sejuta Rumah Baru 40 Persen)

Hanya saja, menurut Maryono, bunga KPR untuk nasabah lama memang belum diturunkan. Alasannya, saat itu BTN telah menggunakan dana-dana dari hasil pencarian sebelumnya, seperti melalui obligasi yang belum memasuki jatuh tempo. Sehingga, potensi penurunan bunga bagi para pengguna lama ini masih dihitung.

Sebagai informasi, seIama 40 tahun berdiri sejak 1976, BTN teIah menyaIurkan KPR untuk lebih dari 3,77 juta unit rumah. Nilai kredit yang dikucurkan sebesar Rp 178 triliun di seIuruh Indonesia. BTN juga ikut andil dalam program KPR Subsidi yang diprakarsai pemerintah, dimuIai sejak skema Kredit LikuidiIas Bank Indonesia, subsidi bunga, subsidi uang muka hingga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).


Sumber Pembiayaan Pembelian Properti Triwulan III 2016

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, BTN menguasai 97 persen pangsa pasar KPR Subsidi  per Juni 2016. BTN tercatat teIah mengucurkan KPR Subsidi untuk 2,9 juta unit rumah dengan total kredit mencapai Rp 84,8 triliun. 

Maryono mengatakan, BTN juga bukan hanya berfokus pada pelayanan KPR Bersubsidi tapi juga turut berkontribusi pada program sejuta rumah yang menjadi prioritas pemerintah. Pada program tersebut, BTN mengucurkan KPR dan kredit konstruksi.  (Baca juga: Pembiayaan Rumah Tahun Depan Bertambah Jadi Rp 15,6 Triliun)

“Per 30 November 2016, dari target 570 ribu unit rumah, BTN sudah menyalurkan KPR untuk 187.588 unit rumah dengan dukungan kredit konstruksi belum KPR sebesar 361.139 unit rumah.” kata Maryono. Pencapaian tersebut sudah memenuhi 96 persen dari target.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menuturkan, Kementeriannya akan terus mendukung penyaluran KPR dari BTN. Sebab, fasilitas ini diperlukan untuk mendukung penyerapan program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. “BTN ini ujung tombak, bisa membiayai konstruksinya dan membiayai kreditnya," ujar Rini.

Reporter: Miftah Ardhian