Sulitnya GenZ Cari Hunian di Tengah Meroketnya Harga Properti di Bali

Unsplash
Ilustrasi Gen Z mencari properti
26/4/2024, 19.51 WIB

Kaum milenial dan Generasi Z (Gen Z) kian sulit memiliki hunian di tengah minimnya upah dan melonjaknya harga properti di Bali. Tren kenaikan harga properti di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung rata-rata di atas 20%.

Carly Tambunan, DRM Business Kantor Wilayah III PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), mengatakan harga rata-rata rumah di Kota Denpasar mencapai Rp 863 juta sedangkan di Kabupaten  Badung mencapai Rp 900 juta pada awal 2024.

Kendati harga rumah melonjak, berdasarkan catatan BTN, penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) komersial pada 2021 tetap melesat 39,92% menjadi Rp 135,69 miliar. Tren kenaikan tersebut terus menanjak mencapai Rp 227,57 miliar atau naik 24,12% year-on year (yoy) hingga 2023. 

“Per kuartal I 2024 penyaluran KPR BTN di Bali tercatat Rp 61,56 miliar,” kata Carly dalam acara Journalist Convocation bertajuk ‘Harga Properti Selangit, Emang Boleh Semahal itu?', di Bali, Jumat (26/4).

Perlu diketahui, harga rumah di Kota Denpasar mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan dibandingkan kabupaten atau kota se-Indonesia. Berdasarkan Flash Report Rumah123.com, kenaikan harga rumah di Kota Denpasar mencapai 20,1% menjelang akhir 2023 lalu.

Hasil studi terbaru juga masih menunjukkan bahwa sepanjang kuartal I 2024, Kota Denpasar menjadi salah satu wilayah paling konsisten dalam pertumbuhan harga hunian selain Kota Bogor, Jawa Barat. Denpasar mencatat selisih pertumbuhan harga di atas laju inflasi tahunan sebesar 10,2%.

Garry Sugiarto Dharma B, Pengamat Properti Brighton, mengatakan bahwa Gen Z dan milenial perlu menyisihkan dana untuk KPR sekalipun harga properti terus meningkat. “Kenaikan harga rumah mampu menutup bunga yang dibayarkan untuk kredit rumah,” ujar dia. 

Reporter: Nur Hana Putri Nabila