Rupiah Diramal Menguat Ditopang Ekspektasi The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025).
Penulis: Rahayu Subekti
13/8/2025, 10.03 WIB

Nilai tukar rupiah diproyeksikan melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Salah satu faktornya, menguatnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat The Fed akan memangkas suku bunga acuan.

“Kemungkinan rupiah terapresiasi tipis ke level Rp 16.230 hingga Rp 16.330 per dolar AS,” kata Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana kepada Katadata.co.id, Rabu (13/8).

Dia menjelaskan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral AS pada September terjaga di level 90%. Terlebih saat ini Consumer Price Index atau CPI Amerika Serikat lebih tinggi dibandingkan ekspektasi.

Faktor dalam negeri juga memengaruhi pergerakan rupiah hari ini. “Hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai incoming bids tertinggi sepanjang sejarah dan lelang SVBI yang juga positif,” ujar Fikri.

Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka menguat pada level Rp 16.259 per dolar AS. Level ini naik 30 poin atau 0,18% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong juga memproyeksikan rupiah menguat ke level Rp 16.200 hingga Rp 16.300 per dolar AS. “Rupiah akan menguat terhadap dolar AS yang melemah karena meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September,” kata Lukman.

Menurut Lukman, penguatan ekspektasi pemangkasan Fed Funds Rate muncul setelah data inflasi yang secara umum menunjukkan moderasi pada harga konsumen di AS.

Selain itu, tekanan Presiden AS Donald Trump terhadap Ketua The Fed Jerome Powell akan memengaruhi pergerakan dolar AS. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Rahayu Subekti