Rupiah Diproyeksikan Melamah, Harga Minyak Dunia dan Rapat The Fed Jadi Sorotan
Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu (16/9) bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Merujuk Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.696 per dolar AS melemah 0,01% atau 2 poin.
Pantauan Katadata hingga pukul 09.15 rupiah kian melemah berada di level Rp 17.725 per dolar AS turun 0,18% atau 31 poin. Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.694 per dolar Amerika Serikat (AS).
Situasi ini membuat rupiah melemah 0,14% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.669 per dolar AS. Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (16/9).
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia menjadi sentimen yang membebani pergerakan rupiah. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada hasil FOMC The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam waktu Indonesia.
Keputusan suku bunga dan sinyal kebijakan moneter bank sentral AS akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah dolar AS dan rupiah dalam perdagangan berikutnya.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS, di tengah imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia yang masih terus naik memicu antisipasi investor akan sikap hawkish the Fed pada FOMC malam ini," kata Lukman.
Menurut Lukman, ekspektasi terhadap sikap hawkish The Fed dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar AS. Kondisi tersebut berpotensi memberikantekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain itu, kenaikan harga minyak dunia juga menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan tekanan eksternal terhadap negara importir minyak. Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 17.600 hingga Rp 17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini.