Investasi Jakarta Tembus Rp 173,6 Triliun, Topang 16,32% Ekonomi Nasional
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat realisasi investasi hingga Triwulan II 2026 sebesar Rp 173,6 triliun. Nilai ini setara dengan 17,2% dari total investasi nasional.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan capaian ini sejalan dengan arah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno yang menempatkan kepastian usaha, rasa aman, dan kepercayaan publik sebagai fondasi menuju kota global.
“Investasi yang masuk ke Jakarta bukan sekadar modal. Ini cerminan kepercayaan. Dan kepercayaan itu tumbuh karena kepemimpinan yang memberi kepastian, merawat rasa aman, dan memastikan pertumbuhan kota ikut membuka peluang bagi warganya,” ujar Chico seperti dikutip Kamis (17/9).
Pada 2021, realisasi investasi Jakarta masih berada di kisaran Rp 103 triliun. Tahun 2025, nilainya naik menjadi Rp 270 triliun. Momentum itu berlanjut di 2026. Pada periode yang sama, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52% dengan inflasi terjaga di 2,5%, serta kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional mencapai 16,32%.
Menurut Chico, saat ini pemprov DKI terus merapikan iklim usaha, termasuk melalui percepatan perizinan seperti Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Sementara pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) kini ditargetkan selesai paling lama 15 hari kerja. Langkah itu diperkuat dengan digitalisasi layanan, kemitraan strategis, serta pembangunan infrastruktur yang tidak semata mengandalkan APBD.
“Jakarta sedang dibangun bukan hanya agar menarik bagi investor, tetapi agar pertumbuhan itu merata manfaatnya. Lapangan kerja, inovasi, dan ruang hidup yang lebih baik harus menjadi bagian dari cerita yang sama,” kata Chico.
Lebih jauh Chico mengatakan, menjelang 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI menargetkan ibu kota masuk 50 besar kota global dunia pada 2030. Capaian investasi kali ini menjadi salah satu indikator bahwa arah itu sedang dikerjakan yaitu kota yang terbuka, berdaya saing, dan tetap berpihak pada warganya.